Memuat...

'Israel' Kembali Lancarkan Serangan ke Gaza, Empat Warga Palestina Gugur

Zarah Amala
Selasa, 3 Februari 2026 / 16 Syakban 1447 10:34
'Israel' Kembali Lancarkan Serangan ke Gaza, Empat Warga Palestina Gugur
Anak bernama Iyad Ahmed al-Raba’i (3 tahun) tewas setelah kapal-kapal pendudukan melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsi (Reuters).

GAZA (Arrahmah.id) - Pasukan militer 'Israel' melepaskan tembakan dan menjatuhkan bom dari pesawat nirawak (drone) ke kamp pengungsian dan sebuah sekolah di Jalur Gaza pada Senin (2/2/2026). Serangan ini mengakibatkan empat warga Palestina gugur, termasuk seorang balita, dalam sebuah pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlangsung sejak Oktober lalu.

Koresponden Al Jazeera dan sumber medis melaporkan bahwa salah satu korban gugur adalah Iyad Ahmed al-Rabai'ah, seorang anak berusia tiga tahun. Ia gugur setelah kapal perang 'Israel' menembaki tenda-tenda pengungsi di daerah Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis.

Selain insiden di Al-Mawasi, kekerasan terjadi di beberapa wilayah lainnya di Jalur Gaza. Di Khan Yunis, seorang warga Palestina tewas ditembak di area yang seharusnya berada di luar kendali militer 'Israel' sesuai perjanjian. Di Jabalia (Utara), Yahya Shaaban (33) gugur akibat tembakan dari drone jenis "Quadopter" di dekat Bundaran Al-Halabi. Di lokasi lain, seorang warga tewas oleh penembak jitu (sniper) di kamp Halawa. Sebuah bom yang dijatuhkan dari drone 'Israel' menghantam sekolah yang menjadi tempat perlindungan pengungsi di Jabalia, menyebabkan sejumlah orang luka parah.

Militer 'Israel' mengonfirmasi telah membunuh empat orang pada Senin (2/2/2026) dengan klaim bahwa mereka terdeteksi di dekat "Garis Kuning" (Yellow Line) di Gaza utara dan dianggap sebagai ancaman bagi pasukan.

Eskalasi ini terjadi di tengah berlangsungnya tahap kedua kesepakatan gencatan senjata yang dimulai pada Januari 2025. Perjanjian tersebut seharusnya mengatur penarikan mundur pasukan 'Israel' lebih lanjut dan dimulainya upaya rekonstruksi setelah perang yang berlangsung selama dua tahun.

Meskipun kesepakatan damai secara resmi mengakhiri perang pada 10 Oktober 2025, ratusan pelanggaran oleh pihak 'Israel' dilaporkan terus terjadi. Sejak penandatanganan perjanjian, ratusan korban jiwa baru telah berjatuhan akibat insiden-insiden sporadis di lapangan. Perang itu sendiri telah meninggalkan jejak kehancuran yang sangat besar, dengan 90% infrastruktur rusak dan menelan lebih dari 71.000 korban jiwa. (zarahamala/arrahmah.id)

HeadlineIsraelPalestinaGazapengeboman