HASAKAH (Arrahmah.id) -- Insiden kebakaran besar dan kerusuhan meletus di kamp Al-Hol, fasilitas penampungan terbesar di timur laut Suriah yang menampung ribuan perempuan, anak, dan keluarga terkait kelompok militan Islamic State (ISIS). Kebakaran dan kerusuhan ini terjadi setelah pasukan keamanan berubah kendali dari Kurdi SDF ke militer pemerintah Suriah, menurut laporan awal media internasional dan pengamat lapangan.
Dilansir AP News (22/1/2026), kekacauan terjadi ketika para penghuni kamp, termasuk sejumlah perempuan yang selama ini tinggal di lokasi tersebut, mulai membakar tenda dan bangunan administratif, sebagai bagian dari kerusuhan yang berkaitan dengan pergeseran kekuasaan dan penarikan pengawal SDF dari fasilitas tersebut.
Api menyebar cepat di beberapa sektor kamp, memicu kepanikan dan asap tebal yang terlihat dari luar lingkungan kemah.
Penyebab pasti dari kebakaran tersebut belum dikonfirmasi secara independen, tetapi saksi mata melaporkan bahwa bentrokan antara penduduk kamp dan petugas keamanan yang baru masuk ikut memperparah situasi, memicu aksi protes dan pembakaran infrastruktur internal kamp.
Kebakaran dan kerusuhan terjadi di tengah pengambilalihan kamp Al-Hol dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) oleh pemerintah Suriah, setelah pasukan Kurdi menarik diri menghadapi kemajuan tentara nasional.
Pemerintah kemudian menyatakan kamp dan fasilitas penahanan sebagai “zona keamanan terbatas,” memperingatkan warga sipil untuk menjauh dari area tersebut saat upaya stabilisasi berlangsung.
Kamp Al-Hol, yang telah menjadi pusat kontroversi internasional selama bertahun-tahun, kini menampung sekitar 24.000 orang, termasuk perempuan dan anak dari berbagai negara yang dianggap keluarga anggota ISIS atau mereka yang tinggal di wilayah yang sempat dikuasai kelompok itu.
Media asing dan analisis awal menyatakan bahwa situasi keamanan dan kemanusiaan di kamp itu sangat tegang, dengan laporan awal menunjukkan sebagian bangunan terbakar dan kekhawatiran meningkatnya risiko kesehatan dan keamanan bagi para penghuni, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya.
Hingga kini, belum ada rincian resmi dari pemerintah Suriah atau pihak internasional mengenai jumlah korban luka, penyebab pasti kebakaran, atau potensi pelanggaran HAM dalam kejadian ini. Pengamat lapangan memperingatkan bahwa insiden kebakaran ini dapat semakin memperburuk situasi kemanusiaan di kamp yang sudah lama menghadapi kondisi sulit. (hanoum/arrahmah.id)
