Memuat...

Pemerkosa Tahanan Palestina di Penjara Sde Teiman Serukan Ancaman “Pembersihan”

Hanoum
Kamis, 8 Januari 2026 / 19 Rajab 1447 07:04
Pemerkosa Tahanan Palestina di Penjara Sde Teiman Serukan Ancaman “Pembersihan”
Tentara Israel pemerkosa tahanan melakukan demo. [Foto: X]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Seorang tentara 'Israel' yang menjadi tersangka dalam kasus kekerasan seksual terhadap tahanan Palestina di penjara Sde Teiman, Israel selatan, kembali menjadi sorotan publik. Pria bernama Meir Ben-Shitrit itu terekam dalam sebuah video yang beredar luas, berisi pernyataan ancaman terhadap warga Palestina yang tinggal di 'Israel'.

Dalam video tersebut, seperti dilansir The Canary (7/1/2026), Ben-Shitrit menyerukan agar warga Palestina menyatakan kesetiaan kepada negara 'Israel'. Ia juga menyampaikan ancaman bahwa mereka yang tidak melakukannya akan menghadapi apa yang ia sebut sebagai “pembersihan” atau pemindahan paksa.

Ben-Shitrit merupakan salah satu tersangka dalam kasus penyiksaan terhadap tahanan Palestina yang terungkap setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di penjara Sde Teiman tersebar ke publik. Rekaman itu memperlihatkan sejumlah tentara 'Israel' membawa seorang tahanan ke sudut ruangan dan menutupinya dengan tameng antihuru-hara.

Menurut laporan medis yang dikutip sejumlah media, tahanan tersebut mengalami luka berat, antara lain cedera serius pada bagian anus, robekan usus, kerusakan paru-paru, serta patah tulang rusuk. Aparat 'Israel' menyelidiki dugaan kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan menggunakan benda keras.

Meski tengah menghadapi proses hukum, Ben-Shitrit dalam pernyataan terpisah justru melontarkan seruan bernada ancaman. Ia menyebut bahwa dalam waktu dekat akan terjadi konflik besar dan menyatakan bahwa warga Palestina, termasuk pemegang kartu identitas 'Israel', tidak akan mendapatkan perlindungan.

Di 'Israel' dan wilayah pendudukan, sistem kartu identitas digunakan untuk membedakan status warga Palestina. Kartu identitas biru diberikan kepada penduduk Palestina di Yerusalem Timur, sementara kartu hijau diberikan kepada warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pernyataan Ben-Shitrit memicu kontroversi di dalam negeri 'Israel'. Saat penangkapan sejumlah tentara yang terlibat dalam kasus Sde Teiman dilakukan, sekelompok pengunjuk rasa, termasuk beberapa anggota parlemen 'Israel' (Knesset), mendatangi penjara tersebut sebagai bentuk protes.

Kelompok pembela hak asasi manusia menilai kasus ini sebagai salah satu dari sedikit peristiwa di mana aparat keamanan 'Israel' diproses secara hukum atas dugaan penyiksaan terhadap tahanan Palestina. Selama ini, sejumlah mantan tahanan Palestina juga melaporkan adanya kekerasan fisik dan seksual selama masa penahanan, yang terus menjadi perhatian komunitas internasional. (hanoum/arrahmah.id)

HeadlineIsraelPalestinapelecehan seksualpemerkosaanpenjarasde teiman