Memuat...

Ketua Parlemen Iran ke AS: “Kami Menunggu Kalian”, Siap Tumpahkan Darah Hadapi Serangan

Samir Musa
Jumat, 3 April 2026 / 15 Syawal 1447 06:42
Ketua Parlemen Iran ke AS: “Kami Menunggu Kalian”, Siap Tumpahkan Darah Hadapi Serangan
Ketua Parlemen Iran ke AS: “Kami Menunggu Kalian”, Siap Tumpahkan Darah Hadapi Serangan

TEHERAN (Arrahmah.id) – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, melontarkan pernyataan keras menanggapi ancaman Amerika Serikat terkait kemungkinan serangan militer ke Iran.

Dalam pernyataannya pada Kamis (3/4/2026), Qalibaf menegaskan bahwa Iran tidak hanya siap bertahan, tetapi juga siap “menumpahkan darah” demi mempertahankan negara, dilansir dari Anadolu Agency.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf (Associated

“Kami tidak hanya berbicara tentang membela tanah air, tetapi tentang menumpahkan darah demi itu. Kami telah melakukannya sebelumnya, dan kami siap melakukannya lagi,” tegasnya.

Ia juga menanggapi langsung ancaman Washington terkait kemungkinan invasi darat. Dengan nada menantang, Qalibaf berkata:

“Kami bersenjata, siap, dan teguh. Datanglah… kami menunggu kalian.”

Menurutnya, sekitar 7 juta warga Iran telah menyatakan kesiapan untuk mengangkat senjata dan menghadapi apa yang ia sebut sebagai “musuh”.

Pernyataan keras ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap Iran dalam waktu dekat.

Trump bahkan menyebut serangan tersebut bisa “mengembalikan Iran ke zaman batu”, seraya menyatakan bahwa Washington telah hampir mencapai target militernya di Iran.

Ancaman ini diperkuat dengan laporan bahwa Pentagon tengah menyiapkan skenario operasi darat yang bisa berlangsung hingga dua bulan, termasuk kemungkinan menguasai pulau strategis Khark.

Sejak 28 Februari lalu, “Israel” bersama Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran yang menimbulkan ribuan korban jiwa dan luka-luka. Sebagai balasan, Teheran menggempur wilayah “Israel” dengan rudal dan drone.

Iran juga mengklaim telah menargetkan kepentingan Amerika di sejumlah negara Arab, meski beberapa serangan dilaporkan menimbulkan korban sipil dan kerusakan fasilitas umum, yang menuai kecaman dari negara-negara terkait.

(Samirmusa/arrahmah.id)