Memuat...

Presiden Suriah Asy Syaraa Kunjungi Kerajaan Inggris

Hanin Mazaya
Kamis, 2 April 2026 / 14 Syawal 1447 17:05
Presiden Suriah Asy Syaraa Kunjungi Kerajaan Inggris
Presiden Suriah Ahmad Asy Syaraa disambut oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjelang pertemuan mereka di 10 Downing Street di pusat kota London pada 31 Maret 2026. (Foto: MEE)

LONDON (Arrahmah.id) - Presiden Suriah Ahmad Asy Syaraa bertemu dengan Raja Charles dari Inggris di Istana Buckingham di London pada Selasa (31/3/2026), kata kepresidenan Suriah.

Asy Syaraa dan raja membahas cara-cara untuk memperkuat kerja sama antara kedua negara mereka “dengan cara yang melayani kepentingan bersama mereka,” kata kepresidenan, sambil merilis gambar kedua pemimpin tersebut berjabat tangan, seperti dilansir Al Arabiya (1/4).

Raja juga “menyampaikan dukungannya untuk Suriah dan rakyat Suriah dalam upaya mereka untuk membangun kembali negara mereka,” tambahnya.

Kunjungan Asy Syaraa menandai perjalanan pertamanya ke Inggris sejak menggulingkan Bashar al-Assad yang telah lama berkuasa pada 2024. Selama kunjungan tersebut, ia juga mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Keir Starmer di Downing Street.

Asy Syaraa membahas perang AS-Israel dengan Iran dalam pembicaraan dengan Starmer di Downing Street.

Para pemimpin “membahas perlunya rencana yang layak untuk membuka kembali Selat Hormuz, dalam menghadapi dampak ekonomi yang parah akibat penutupan yang berkepanjangan, dan sepakat untuk bekerja sama dengan pihak lain untuk memulihkan kebebasan navigasi,” kata juru bicara Downing Street.

Starmer mengatakan ia menyambut baik tindakan pemerintah Suriah terhadap ISIS dan mencatat kemajuan dalam pemberantasan terorisme, kata juru bicara tersebut.

Perdana Menteri Inggris mendesak "kerja sama yang lebih erat dalam pemulangan (migran ilegal), keamanan perbatasan, dan penanggulangan jaringan penyelundupan manusia."

Antara tahun 2011 dan 2021, hampir 31.000 warga Suriah diberikan suaka di Inggris setelah perang saudara di negara tersebut, menurut data resmi.

Kunjungan presiden ini menyusul keputusan Inggris untuk melanjutkan hubungan diplomatik dengan Suriah pada Juli 2025, setelah Menteri Luar Negeri saat itu, David Lammy, melakukan perjalanan ke Damaskus –kunjungan pertama oleh seorang menteri Inggris dalam 14 tahun.

Pemerintah Inggris mengatakan pada saat itu bahwa keterlibatannya dengan Damaskus bertujuan untuk mendukung transisi politik negara tersebut dan membantu pemulihan ekonomi serta mengurangi migrasi ilegal, dan mengatasi masalah senjata kimia.

Menjelang kunjungannya ke Inggris, Asy Syaraa bertemu dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Berlin pada Senin sebagai bagian dari upaya untuk melindungi Suriah dari dampak perang Timur Tengah yang lebih luas.

Jerman menampung diaspora Suriah terbesar di Uni Eropa, dengan lebih dari satu juta warga Suriah, banyak di antaranya tiba selama krisis migrasi 2015-2016.

Merz, yang telah memprioritaskan kebijakan imigrasi yang lebih ketat sejak menjabat tahun lalu, mengatakan bahwa ia dan Asy Syaraa telah sepakat bahwa "delapan dari 10" warga Suriah di Jerman harus kembali dalam tiga tahun ke depan. (haninmazaya/arrahmah.id)