Memuat...

Macron Sindir Trump: Tak Hormat! Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Kecuali Lewat Negosiasi dengan Iran

Samir Musa
Kamis, 2 April 2026 / 14 Syawal 1447 20:33
Macron Sindir Trump: Tak Hormat! Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Kecuali Lewat Negosiasi dengan Iran
Presiden Prancis Emmanuel Macron (aljazeera)

PARIS (Arrahmah.id) – Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa negaranya menolak keras opsi membuka Selat Hormuz dengan kekuatan militer. Dilansir dari Al Jazeera (2/4/2026), ia menekankan bahwa satu-satunya jalan keluar dari krisis adalah melalui gencatan senjata serta negosiasi serius dengan Iran.

Dalam pernyataannya kepada wartawan saat kunjungan ke Korea Selatan, Macron mengungkapkan bahwa sejumlah pihak mendorong pembukaan selat tersebut secara paksa. Namun ia menilai langkah itu berisiko tinggi dan dapat memicu eskalasi militer yang lebih luas.

“Kami tidak akan mengadopsi solusi tersebut karena mengandung banyak bahaya militer,” tegasnya.

Macron juga menyinggung sikap Amerika Serikat yang dinilainya tidak konsisten. Ia menegaskan bahwa Prancis memilih fokus pada kepentingan stabilitas global, bukan mengikuti perubahan sikap Washington yang dinilainya berubah-ubah.

Ia memperingatkan bahwa dunia tidak bisa hidup dalam ketidakpastian jika Iran sewaktu-waktu membuka dan menutup Selat Hormuz sesuai kehendaknya. Menurutnya, wilayah tersebut mencakup perairan Oman dan jalur internasional yang harus dihormati bersama.

“Solusi satu-satunya adalah menghentikan perang, memulai negosiasi, dan memastikan pengawasan terhadap program nuklir Iran melalui jalur internasional, bukan melalui operasi militer,” ujarnya.

Macron menegaskan bahwa verifikasi terhadap kemampuan nuklir Iran harus dilakukan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), bukan lewat serangan militer.

“Ucapan Trump Tidak Pantas”

Presiden Prancis itu juga menanggapi serangan verbal Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap dirinya dan aliansi NATO. Ia menilai pernyataan Trump tidak layak untuk ditanggapi.

“Ucapan Trump tidak menghormati, jadi saya tidak akan mengomentarinya,” kata Macron singkat.

Ia menambahkan bahwa prioritas saat ini adalah meredakan ketegangan dan segera mencapai gencatan senjata demi memulihkan jalur perdagangan global, termasuk aliran energi yang sangat terdampak akibat konflik.

Negosiasi Jadi Kunci

Macron memperingatkan bahwa situasi bisa kembali memburuk dalam beberapa bulan ke depan jika tidak ada negosiasi serius yang disertai kerangka pengawasan yang jelas.

Menurutnya, pembicaraan harus mencakup sejumlah isu krusial, termasuk program rudal balistik Iran, dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan, serta persoalan sanksi internasional.

Ia juga menyinggung perlunya memastikan bahwa Teheran tidak kembali mengembangkan program nuklir secara diam-diam, mengingat adanya fasilitas yang belum sepenuhnya teridentifikasi.

“Tanpa inspeksi internasional yang serius, pembicaraan apa pun tidak akan berarti,” tegasnya.

Sikap Prancis dan Stabilitas Regional

Macron menegaskan bahwa negaranya tetap berkomitmen pada jalur diplomasi dan stabilitas kawasan, termasuk mendukung ketenangan di Lebanon serta menjamin keamanan mitra-mitra regional.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kredibilitas aliansi internasional seperti NATO, di tengah pernyataan Trump yang kembali mengancam akan menarik Amerika Serikat dari aliansi tersebut.

“Dunia membutuhkan ketenangan. Ini bukan panggung sandiwara, melainkan menyangkut kehidupan manusia dan masa depan negara-negara,” ujarnya.

Sebelumnya, Macron melakukan kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan guna membahas dampak ekonomi global akibat penutupan Selat Hormuz, yang dipicu oleh agresi militer Amerika Serikat dan “Israel” terhadap Iran.

(Samirmusa/arrahmah.id)