ERBIL (Arrahmah.id) -- Ketegangan sosial kembali mencuat di beberapa kota Irak setelah video dan laporan tentang adanya tindakan kontroversial oleh milisi Kurdi yang melecehkan tempat ibadah dan simbol Islam. Menurut laporan media setempat, milisi Kurdi telah memainkan lagu-lagu nasional Kurdi dari speaker masjid.
Dilansir Al Jazeera (10/2/2026), akibat pelecehan itu, ribuan warga di kota Erbil melakukan demonstrasi selama dua hari terakhir. Mereka menuntut penyelidikan yang transparan dari pemerintah Irak serta tindakan tegas terhadap milisi atau unit bersenjata mana pun yang terlibat dalam kejadian di dalam masjid tersebut.
Aksi tak terpuji tersebut dianggap oleh para demonstran sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai dan kesucian agama.
Para peserta demonstrasi mengangkat spanduk yang mengecam tindakan penghinaan tersebut menegaskan penghormatan mereka terhadap simbol-simbol agama dan penolakan mereka terhadap segala tindakan yang menyinggung kesucian Islam.
Di platform digital, pendapat terbagi antara para kritikus yang menganggap langkah tersebut sebagai provokasi terhadap perasaan umat Islam, dan yang lain menyerukan untuk memeriksa keadaan yang terjadi sebelum mengeluarkan keputusan akhir.
Para pengguna Twitter mengatakan protes Kurdi di Erbil merupakan penolakan terhadap penghinaan - menurut mereka terhadap Alquran dan Nabi Muhammad.
Mereka menganggap bahwa rakyat Kurdi secara alami adalah Muslim dan upaya untuk menjauhkan mereka dari agama mereka dengan dalih mendukung salah satu pihak dalam konflik Suriah tidak akan berhasil. (hanoum/arrahmah.id)
