Memuat...

Pembakaran Al Quran di Yerusalem Picu Protes Jelang Ramadan

Hanoum
Rabu, 18 Februari 2026 / 1 Ramadan 1447 04:08
Pembakaran Al Quran di Yerusalem Picu Protes Jelang Ramadan
Seorang pemukim Israel membakar salinan Al-Quran di lokasi yang tidak disebutkan di Yerusalem. [Foto: Tangkapan layar/X@Ahmad_tibi]

JERUSALEM (Arrahmah.id) -- Seorang pemukim 'Israel' ekstremis membakar salinan Al Quran di Yerusalem saat persiapan menyambut bulan suci Ramadan, tindakan yang memicu kecaman luas dari komunitas Muslim setempat dan organisasi internasional karena dianggap provokasi berbahaya terhadap toleransi dan hubungan antaragama.

Dilansir Middle East Monitor (17/2/2026), aksi provokasi tersebut terekam dalam video viral yang memperlihatkan seorang pria yang diidentifikasi sebagai pemukim Yahudi ekstremis tengah membakar Al Quran di jalan umum dekat Bab al-Amud (Damascus Gate) di Kota Tua Yerusalem. Aksi ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Ramadan 2026 dimulai, waktu yang dianggap sensitif bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Menurut laporan Al Jazeera, insiden itu mengejutkan warga setempat dan jamaah Muslim yang berkumpul di sekitar situs-situs suci, sehingga memicu protes spontan di beberapa titik di Yerusalem Timur. Beberapa saksi mengatakan tindakan tersebut disertai ejekan dan kata-kata provokatif yang diperuntukkan bagi komunitas Muslim.

Media internasional lain seperti BBC News mencatat bahwa pembakaran kitab suci adalah tindakan yang dapat memperburuk ketegangan agama di kota yang sudah sangat sensitif. BBC menyebut pembakaran Al Quran sebagai tindakan yang mencederai sendi-sendi toleransi antaragama dan berpotensi menjadi pemicu kerusuhan luas jika tidak ditanggapi secara tegas oleh otoritas setempat.

Selain itu, Reuters menulis bahwa insiden semacam ini tidak terlepas dari latar belakang politik yang lebih luas di Yerusalem, di mana sejumlah pemukim ekstremis terkadang melakukan aksi-aksi provokatif terhadap simbol-simbol agama lain, terutama di saat waktu-waktu religius penting seperti Ramadan atau Paskah, yang kerap menghasilkan reaksi emosional dari komunitas komunitas saat ini.

Kelompok-kelompok hak asasi internasional dan organisasi Muslim telah mengecam peristiwa itu sebagai tindakan yang disengaja untuk memicu kebencian dan mengganggu keharmonisan antarumat beragama, menyerukan pihak berwenang Israel untuk menyelidiki dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Otoritas Jerusalem Raya belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang penangkapan atau tindakan terhadap pelaku, sementara komunitas Muslim di Palestina menyatakan keprihatinannya bahwa kejadian tersebut dapat “mengarahkan amarah menuju konflik yang lebih besar di kawasan.” (hanoum/arrahmah.id)

yahudiHeadlineIsraelPalestinaal-qur'anprovokasipembakarankitab suci