Memuat...

Pesan untuk Asy-Syaraa: “Israel” Serang Jantung Militer Suriah di Damaskus

Samir Musa
Rabu, 16 Juli 2025 / 21 Muharam 1447 17:32
Pesan untuk Asy-Syaraa: “Israel” Serang Jantung Militer Suriah di Damaskus
Pasukan polisi militer Suriah memasuki Provinsi Sweida untuk menegakkan keamanan setelah pecahnya kembali bentrokan dengan kelompok-kelompok bersenjata. (Kementerian Pertahanan Suriah)

DAMASKUS (Arrahmah.id) – Serangan udara “Israel” kembali mengguncang ibu kota Suriah, Damaskus, pada Rabu (16/7/2025), dengan menargetkan markas besar Kepala Staf Angkatan Bersenjata Suriah. Serangan ini disebut sebagai pesan langsung kepada Presiden Ahmad Asy-Syaraa terkait perkembangan situasi di Provinsi Sweida.

Kantor berita pemerintah Suriah, Al-Ikhbariyah, melaporkan bahwa dua warga sipil mengalami luka-luka akibat agresi udara “Israel” di pusat kota Damaskus.

Sementara itu, Korporasi Penyiaran Israel (KAN) mengutip sumber keamanan yang menyatakan bahwa serangan ke Damaskus bersifat peringatan dan menyasar area sekitar markas utama militer Suriah di ibu kota.

Tegangan meningkat di Suriah selatan sejak awal pekan ini setelah bentrokan berdarah meletus antara kelompok bersenjata Druze dan suku Badui di kota Sweida, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. Merespons kekacauan tersebut, pasukan dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri Suriah memasuki kota itu pada Senin (14/7) dalam upaya menegakkan keamanan dan stabilitas.

Pada hari yang sama dengan serangan ke Damaskus, jet-jet tempur “Israel” juga menggempur sejumlah posisi milik pemerintah Suriah di Provinsi Sweida.

Menteri Pertahanan “Israel”, Yisrael Katz, mengancam akan terus menyerang posisi militer Suriah selama pasukan rezim masih bercokol di Sweida. Ia menuntut agar pemerintah Suriah menarik mundur pasukannya dari wilayah yang mayoritas dihuni komunitas Druze itu.

"Rezim Suriah harus membiarkan warga Druze di Sweida dan segera menarik pasukannya. Kami tidak akan meninggalkan Druze Suriah sendirian. Kami akan menegakkan kebijakan pelucutan senjata yang telah kami tetapkan," tegas Katz dalam pernyataan yang dikutip media “Israel”.

Situasi di Sweida sendiri meletus sejak Ahad lalu akibat konflik bersenjata antara kelompok Druze dan suku Badui, yang kemudian memicu masuknya militer Suriah guna meredam kekerasan dan mengembalikan ketertiban.

(Samirmusa/arrahmah id)