Memuat...

Rezim Asad menyiksa, menyetrum, dan memperkosa tahanan Palestina

Fath
Selasa, 15 Januari 2019 / 9 Jumadilawal 1440 15:00
Rezim Asad menyiksa, menyetrum, dan memperkosa tahanan Palestina
Mantan tahanan wanita rezim Asad, Nur Alhuda Hijazi (kedua dari kiri), terlihat selama peringatan Hari Perempuan Internasional di Hatay, Turki, pada 8 Maret 2018. Aksi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang wanita yang dipenjara oleh rezim Bashar Asad. Ribuan wanita Suriah terus mendekam di penjara di wilayah yang dikendalikan rezim Asad di Suriah, menderita kengerian yang tak terbayangkan. (Foto: Erdal Türkoğlu / Anadolu Agency)

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Kelompok Aksi untuk Palestina Suriah mengatakan bahwa rezim Suriah telah melakukan berbagai pelanggaran terhadap pengungsi Palestina yang ditahan di penjara-penjara, termasuk penyiksaan, sengatan listrik, dan pemerkosaan.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan di situs web kelompok itu, sebanyak 35 pengungsi perempuan Palestina tewas karena penyiksaan di penjara dan pusat penahanan rezim Suriah.

Tim Pemantauan dan Dokumentasi dalam Kelompok Aksi mengkonfirmasi bahwa sebanyak 565 pengungsi Palestina, termasuk anak-anak dan orang tua, telah meninggal selama dan setelah penyiksaan oleh rezim.

Ia mengatakan bahwa rezim Suriah terus menyembunyikan lebih dari 1.724 tahanan di berbagai penjara dan cabang keamanan, termasuk 108 wanita dan perempuan.

Seorang mantan tahanan Palestina bersaksi kepada Kelompok Aksi bahwa pasukan keamanan rezim menyiksa dirinya dan wanita lain dengan sengatan listrik. Rezim juga melakukan pemukulan brutal, dan pemerkosaan, kadang-kadang lebih dari 10 kali sehari. Penyiksaan serupa digunakan terhadap semua tahanan Palestina.

Setidaknya 82 pengungsi Palestina tewas di bawah penyiksaan di penjara Asad pada tahun 2018, laporan Kelompok Aksi menambahkan.

(fath/arrahmah.com)