Memuat...

Suriah Umumkan Perdamaian di Suwayda, 'Israel' Malah Menyerang & Kirim Warga Druze

Hanoum
Rabu, 16 Juli 2025 / 21 Muharam 1447 03:36
Suriah Umumkan Perdamaian di Suwayda, 'Israel' Malah Menyerang & Kirim Warga Druze
Tentara pemerintah Suriah yang mengendarai sepeda motor melewati sebuah tank yang terbakar di pinggiran kota Suwayda, pada14 Juli 2025. [Foto: AP/Omar Sanadiki]

SUWAYDA (Arrahmah.id) -- 'Israel' menggempur Suriah saat suku Badui Arab berperang dengan warga Druze dalam beberapa hari terakhir meskipun otoritas Suriah sudah mengumumkan perdamaian antara kedua belah pihak.

Juru bicara Pasukan Pertahanan 'Israel' untuk bahasa Arab Avichay Adraee mengonfirmasi pasukan Zionis menggempur wilayah Suwayda.

"Militer menyerang sejumlah tank dan serangan udara beberapa waktu lalu di wilayah Sami di selatan Suriah," kata Adraee, dikutip AFP (15/7/2025).

Media lokal Suriah melaporkan pasukan Israel juga mengizinkan ratusan warga Druze Palestina yang tinggal di 'Israel' memasuki Suriah untuk bergabung dengan milisi Druze melawan pemerintah Suriah.

Kementerian Pertahanan Israel menyatakan pasukan menyerang wilayah tersebut untuk mencegah serangan lebih luas.

Sementara itu, Menteri Luar Pertahanan 'Israel' Katz menyebut gempuran tersebut sebagai "peringatan yang jelas" ke rezim Suriah jika suku Druze terluka.

Menteri Pertahanan Suriah, Murhaf Abu Qasra, mengumumkan perdamaian tak lama setelah pasukan pemerintah memasuki ibu kota provinsi Suwaida.

Langkah ini diambil menyusul bentrokan sektarian yang menewaskan ratusan orang, serta laporan dari kantor berita pemerintah tentang serangan 'Israel' di wilayah tersebut.

Dalam pernyataannya, Abu Qasra mengatakan, setelah tercapainya "kesepakatan dengan para tokoh dan pemuka kota Suwayda," pasukan pemerintah hanya akan merespons terhadap "sumber tembakan" dan menangani setiap serangan dari kelompok-kelompok di luar hukum.

Perang itu bermula saat anggota Arab Badui menangkap penjual sayur Druze di jalan utama yang menghubungkan Suwayda dan Damaskus. Insiden ini memicu serangkaian penculikan dari kedua pihak.

Setelah itu bentrok pecah dan kian tak terkendali. Tembakan mortir dan ledakan terdengar di mana-mana. (hanoum/arrahmah.id)