Memuat...

Video Livestream Heboh, Tentara 'Israel' Akui Bunuh Anak-anak dan Perkosa Wanita di Gaza

Hanoum
Senin, 16 Februari 2026 / 29 Syakban 1447 04:07
Video Livestream Heboh, Tentara 'Israel' Akui Bunuh Anak-anak dan Perkosa Wanita di Gaza
Tangkapan layar video pengakuan tentara Israel yang membunuhi anak-anak dan memperkosa wanita di Gaza. [Foto: Palestina Chronicle]

GAZA (Arrahmah.id) -- Sebuah klip livestream yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pria yang mengaku sebagai tentara 'Israel' di Gaza membuat pernyataan eksplisit tentang keterlibatan dalam pembunuhan anak-anak dan pemerkosaan terhadap perempuan di Gaza.

Dilansir Al Bawaba (15/2/2026), video yang juga menampilkan gambar kehancuran di Gaza ini disiarkan secara langsung oleh konten kreator Amerika Serikat, Jeff Davidson.

Dalam klip berdurasi beberapa menit yang dibagikan oleh outlet seperti Al Bawaba dan Roya News, pria yang disebut sebagai tentara itu terlihat menggambarkan destruksi rumah dan korban sipil di Gaza. Dia juga kemudian melontarkan pernyataan kontroversial terkait tindakan pasukan di medan operasi yang membunuhi anak-anak dan memperkosa wanita di Gaza.

Dikutip dari laman Palestine Chronicle, rekaman ini beredar luas di tengah agresi militer 'Israel' yang terus berlanjut di Gaza, di mana berbagai organisasi internasional telah berulang kali mendokumentasikan kehancuran skala besar dan jatuhnya korban jiwa massal dari kalangan sipil.

Dialog tersebut bermula saat Jeff Davidson menanyakan identitas dan afiliasi militer pria tersebut di platform TikTok. Pria itu mengonfirmasi bahwa dirinya adalah anggota militer 'Israel' yang sedang bertugas di Gaza.

Ketika diminta menunjukkan situasi di sekelilingnya, ia mengarahkan kamera ke arah luar dan mendeskripsikan kerusakan parah di wilayah tersebut. "Anda ingin melihat Gaza? Jangan terkejut, tidak ada rumah lagi di sini. Rata, semuanya rata," ujar tentara tersebut.

Davidson kemudian bertanya, "Kalian meratakannya?" Tentara itu menjawab dengan lugas, "Oh, ya."

Kenyataan ini sejalan dengan citra satelit dan foto udara yang menunjukkan seluruh lingkungan di Gaza telah berubah menjadi puing-puing, memaksa ratusan ribu penduduknya mengungsi.

Ketegangan meningkat saat Davidson menuduh tentara tersebut terlibat dalam pembunuhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. "Kalian membunuh banyak anak-anak dan perempuan," kata Davidson.

Tentara tersebut berulang kali menjawab tanpa membantah, "Ya, ya."

Meski diingatkan bahwa percakapan tersebut disiarkan secara publik dan ditonton banyak orang, tentara tersebut tampak tidak acuh. Bagian paling meresahkan adalah ketika ia mulai melontarkan klaim mengenai tindak kekerasan seksual yang dilakukan pasukannya.

"Jangan khawatir. Kami juga memperkosa mereka. Kami tidak hanya bercanda. Kami juga melakukan pemerkosaan, oke?"kata tentara tersebut.

Mendengar hal itu, Davidson memperingatkan bahwa tindakannya akan memicu kebencian dari warga Amerika. Namun, sang tentara menjawab dengan ketus, "Saya tidak peduli."

Beredarnya video ini menghidupkan kembali desakan global untuk dilakukannya penyelidikan internasional yang independen dan transparan. Para aktivis menyebut insiden ini sebagai bukti adanya "iklim impunitas" (kebal hukum) yang memungkinkan pelanggaran hak asasi manusia terus berulang di wilayah kantong Palestina tersebut.

Organisasi hak asasi manusia dunia, Human Rights Watch (HRW), dalam laporan tahunan globalnya, telah menuduh Israel melakukan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, hingga tindakan genosida dan pembersihan etnis terhadap warga Palestina sepanjang tahun 2025.

HRW menggambarkan skala pelanggaran yang terjadi sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern 'Israel' dan Palestina."

Hingga berita ini diturunkan, militer 'Israel' maupun otoritas terkait belum memberikan komentar resmi mengenai identitas pria dalam video tersebut. (hanoum/arrahmah.id)

HeadlineAmerika SerikatIsraelPalestinawanitaperempuanvideopemerkosaananak-anaklivestreamingJeff Davidson