TEL AVIV (Arrahmah.id) – Laporan terbaru media “Israel” mengungkap besarnya kerugian yang diderita entitas Zionis selama 40 hari konfrontasi militer melawan Iran dan kelompok perlawanan di Lebanon.
Menurut laporan yang disampaikan analis Yoval Sadeh di Channel 12 pada Kamis malam (9/4/2006), biaya perang yang ditanggung “Israel” melonjak tajam sebelum diumumkannya gencatan senjata sementara pada Rabu dini hari.
Data dari Kementerian Keuangan dan lembaga keamanan “Israel” memperkirakan biaya langsung sektor militer mencapai sekitar 35 miliar shekel (sekitar 11,5 miliar dolar AS).
Sementara itu, Brigadir Jenderal (purnawirawan) Ram Aminoach dari Institut Studi Keamanan Nasional memperkirakan angka yang sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 37 miliar shekel (sekitar 12,1 miliar dolar AS).
Rincian biaya tersebut mencakup:
- 18 miliar shekel untuk persenjataan
- 7,5 miliar shekel untuk jam terbang operasi militer
- 5 miliar shekel untuk mobilisasi pasukan cadangan
- 6,5 miliar shekel untuk biaya tambahan seperti sistem komputasi dan kerusakan lainnya
Tak hanya sektor militer, dampak besar juga dirasakan di sektor sipil. Kementerian Keuangan “Israel” memperkirakan biaya kompensasi akibat kerusakan mencapai 12 hingga 13 miliar shekel, termasuk ganti rugi bagi perusahaan yang mengalami penurunan aktivitas selama perang.
Selain itu, pemerintah diperkirakan harus menggelontorkan sekitar 1 miliar shekel tambahan untuk membiayai program kompensasi bagi pekerja yang tidak dapat masuk kerja serta membantu pemerintah daerah.
Tikva (AFP)
Namun, Otoritas Pajak “Israel” mengusulkan angka kompensasi yang lebih rendah, yakni sekitar 7,5 miliar shekel untuk kerusakan tidak langsung dan 2,5 miliar shekel untuk kerusakan langsung.
Hingga Kamis pagi, tercatat sebanyak 28.237 klaim kompensasi telah diajukan ke dana ganti rugi. Rinciannya meliputi:
- 18.408 klaim kerusakan bangunan
- 2.594 klaim kerusakan isi dan peralatan
- 6.617 klaim kerusakan kendaraan
Beberapa wilayah yang paling terdampak antara lain Tel Aviv dengan sekitar 5.100 klaim, Beersheba sekitar 3.600 klaim, serta Arad dengan sekitar 2.350 klaim.
Klaim tambahan juga datang dari berbagai kota lain seperti Petah Tikva, Dimona, dan Beit Shemesh, menunjukkan luasnya dampak serangan terhadap wilayah “Israel”.
Laporan ini menegaskan bahwa konfrontasi militer dalam beberapa pekan terakhir tidak hanya menguras kekuatan militer, tetapi juga menghantam ekonomi dan stabilitas internal “Israel” secara signifikan.
(Samirmusa/arrahmah.id)
