BEERSHEBA (Arrahmah.id) - Eskalasi militer antara Iran dan aliansi AS-'Israel' mencapai babak baru yang destruktif pada Ahad(5/4/2026). Gelombang rudal Iran dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara 'Israel' dan menghantam kompleks industri Neot Hovav, salah satu zona industri paling sensitif di selatan 'Israel'.
Serangan ini memicu sirine bahaya di Beersheba, Dimona, hingga wilayah Negev. Meski Radio Militer 'Israel' mengonfirmasi hantaman rudal untuk ketiga kalinya di lokasi tersebut, Pertahanan Sipil Israel menyatakan sejauh ini tidak ada risiko kebocoran bahan kimia atau racun yang membahayakan warga sekitar.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan peluncuran gelombang ke-96 dari Operasi True Promise 4. Serangan ini diklaim sebagai respons terpadu dari angkatan laut dan dirgantara Iran terhadap agresi AS-'Israel'.
Target utama dalam gelombang ini meliputi: pusat pasokan bahan bakar di Haifa dan fasilitas petrokimia yang terafiliasi dengan operasi militer, ledakan keras dilaporkan terdengar hingga wilayah Krayot dan Dataran Tinggi Golan. Fasilitas energi yang terkait dengan perusahaan AS, ExxonMobil dan Chevron di Uni Emirat Arab, wilayah Habshan dan Ruwais dilaporkan mengalami kebakaran hebat, serta situs petrokimia di Shuaiba (Kuwait) dan Sitra (Bahrain) turut dihantam, menyebabkan kerusakan material yang signifikan.
Di Tel Aviv, operasional Bandara Ben Gurion sempat terganggu. Harian Yedioth Ahronoth melaporkan evakuasi pekerja bandara setelah asap terlihat membubung dari benda mencurigakan yang diduga merupakan puing rudal.
Sementara itu, dari dalam negeri Iran, serangan udara AS-'Israel' dilaporkan telah memakan korban jiwa. Pejabat lokal di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad mengonfirmasi sembilan orang tewas dan delapan lainnya luka-luka akibat gempuran yang menargetkan infrastruktur strategis tersebut.
Teheran memberikan peringatan keras bahwa perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari ini akan memasuki fase yang lebih kuat dan menentukan. Iran mengancam akan terus menargetkan aset-aset ekonomi dan energi global jika infrastruktur sipil mereka tetap menjadi sasaran serangan.
Hingga berita ini diturunkan, militer 'Israel' dilaporkan masih melakukan pembersihan puing rudal di beberapa area terbuka baik di utara maupun selatan, sementara otoritas bandara Ben Gurion terus memantau situasi keamanan wilayah udara. (zarahamala/arrahmah.id)
