Memuat...

Imarah Islam Berupaya Membebaskan Mohammad Rahim dengan Ganti Dua Warga Amerika

Hanin Mazaya
Selasa, 27 Januari 2026 / 9 Syakban 1447 19:03
Imarah Islam Berupaya Membebaskan Mohammad Rahim dengan Ganti Dua Warga Amerika
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - The New York Times melaporkan bahwa Imarah Islam Afghanistan menyerukan pembebasan tahanan Afghanistan terakhir di Teluk Guantanamo sebagai imbalan atas pembebasan dua warga negara Amerika.

Zabihullah Mujahid mengatakan kepada The New York Times bahwa Imarah Islam menginginkan pembebasan kedua warga negara Amerika tersebut disertai dengan pembebasan Mohammad Rahim, warga Afghanistan terakhir yang masih ditahan di Guantanamo.

Mujahid menyatakan: “Kami ingin kedua tahanan Amerika ini dibebaskan, dan pada saat yang sama, nasib tahanan kami yang berada di Guantanamo harus dijelaskan. Tahanan kami harus dibebaskan.”

Sebuah sumber yang mengetahui negosiasi antara AS dan Imarah Islam mengatakan kepada The New York Times bahwa pembicaraan mengenai pertukaran tahanan antara Kabul dan Washington saat ini telah menemui jalan buntu, lansir Tolo News (27/1/2026).

Seorang pejabat senior AS juga mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa, meskipun ada permintaan berulang kali dari Afghanistan, Mohammad Rahim tidak akan menjadi bagian dari perjanjian apa pun di masa mendatang antara kedua belah pihak.

Analis politik Fareedullah Zazai mengatakan: “Jika AS menerima permintaan Kabul, hal itu dapat mengirimkan pesan kepada dunia bahwa konsekuensi perang telah berakhir. Makna lain dari pesan ini adalah bahwa Kabul ingin mengubah hubungan teknis menjadi hubungan politik.”

Mohammad Rahim telah ditahan di Teluk Guantanamo sejak 2008 dan, menurut laporan, adalah tahanan Afghanistan terakhir yang berada dalam tahanan AS.

Meskipun laporan tentang kemungkinan pembebasannya muncul pada akhir September 2025, masalah ini tetap belum terselesaikan hingga saat ini. (haninmazaya/arrahmah.id)

HeadlineAmerika SerikatImarah Islam Afghanistanguantanamopertukaran tahanantahanan