DAMASKUS (Arrahmah.com) - Jaringan internet di Suriah akhirnya kembali menyala setelah dimatikan secara paksa oleh pemerintah untuk beberapa saat. Momentum ini pun langsung dimanfaatkan untuk mengunggah video-video kekerasan saat terjadi aksi protes di negeri Timur Tengah tersebut.
Dalam sebuah video menggambarkan bagaimana aksi protes ribuan demonstran harus dihentikan oleh rentetan tembakan dari para penembak jitu. Video protes berdurasi 20 detik itu pun kini coba ditunjukkan kepada dunia melalui internet.
Menurut Renesys, perusahaan yang memonitor akses internet, jaringan data 3G dari operator atau penyedia jasa internet (ISP) di Syria dilaporkan menghilang dari jaringan global pada Jumat pagi waktu setempat. Namun anehnya, domain yang terhubung pada situs milik pemerintah tetap masih mengudara.
Gelap-gulitanya ranah online Suriah ini akhirnya kembali menampakkan cahaya sehari kemudian atau tepatnya pada Sabtu pagi waktu setempat.
Seperti yang dilaporkan detikInet mengutip Cnet News, Senin (6/5/2011), pihak pemerintah dilaporkan sengaja mematikan akses internet masyarakat lantaran para demonstran meng-upload video demonstrasi untuk diperlihatkan kepada dunia.
Aksi protes di Suriah sendiri dilaporkan sudah menelan lebih dari 50 korban tewas. Demonstrasi ini bak mendapat ilham dari pemberontakan rakyat di Tunisia dan Mesir dan mulai bergulir pertengahan bulan Maret lalu di kota kecil Deraa sebelum kemudian merembet ke kota-kota lain.
Presiden Suriah Bashar Assad, yang mencoba melindungi kekuasaan keluarganya yang telah berlangsung empat dasawarsa, telah menjanjikan reformasi. Namun massa demonstran menyatakan janji-janji itu tidak memadai dan menuntut dia lengser. (detikinet/arrahmah.com)
