IDLIB (Arrahmah.id) -- Otoritas di Suriah bagian barat laut telah membebaskan puluhan warga yang ditahan karena afiliasi dengan kelompok Hizbut Tahrir Suriah, menurut konfirmasi Abdo al-Dali, anggota biro media partai tersebut pada Senin (16/2/2026). Di antara yang dibebaskan adalah Ahmad Abdel Wahab, kepala kantor media Hizbut Tahrir Suriah.
Al-Dali menggambarkan, seperti dilansir Enab Baladi (16/2), bahwa pembebasan itu sebagai pemulihan hak dan penyeimbangan keadilan. Dia mencatat bahwa tahanan dan keluarga mereka telah menderita selama bertahun-tahun dalam penahanan. Ia juga menyebut keputusan ini sebagai gestur kemanusiaan menjelang bulan suci Ramadan, yang ia harapkan dapat memberikan kegembiraan bagi rumah tangga mereka.
Menurut Hassan Soufan dari Civil Peace Committee, pembebasan para tahanan ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi hukum dan sosial di kawasan yang sebelumnya mengalami konflik militer panjang. Soufan menyampaikan apresiasi kepada kementerian keadilan dan dalam negeri Suriah atas keputusan tersebut, menyebutnya sebagai wujud keseimbangan antara ketegasan dan belas kasihan.
Hizbut Tahrir sendiri adalah organisasi politik yang didirikan pada 1953 dan memiliki basis di berbagai negara, termasuk Suriah, meskipun oleh banyak pihak dianggap kontroversial dan dilarang dalam beberapa yurisdiksi karena aktivitas politiknya. Di Suriah, aktifitasnya sempat terkonsentrasi di provinsi Idlib dan Aleppo, berfokus pada penyebaran ideologi Islam dan penolakan terhadap negara-negara nasional sekuler.
Sejak konflik Suriah berlangsung selama lebih dari satu dekade, sejumlah kelompok politik dan aktivis pernah mengalami penahanan tanpa proses hukum yang transparan, dan pembebasan ini juga dipandang oleh beberapa pengamat sebagai bagian dari upaya memperbaiki situasi hukum dan sosial pascakonflik di daerah yang kini mulai stabil di bawah kontrol pemerintah Suriah dan sekutunya.
Hingga kini, jumlah detail para tahanan yang dibebaskan dan kondisi hukuman yang tersisa bagi mereka masih belum dipublikasikan secara resmi oleh otoritas di Suriah, namun langkah ini telah disambut baik oleh pendukung Hizbut Tahrir dan beberapa organisasi sipil yang menyerukan pembebasan tahanan politik di negara itu. (hanoum/arrahmah.id)
