Memuat...

Karena Berpenampilan Muslim, Seorang Pria Dipukuli 20 Hindu Radikal di Atas KA India

Hanoum
Kamis, 12 Februari 2026 / 25 Syakban 1447 03:46
Karena Berpenampilan Muslim, Seorang Pria Dipukuli 20 Hindu Radikal di Atas KA India
Mohammed Imran. [Foto: Siasat Daily]

HYDERABAD (Arrahmah.id) -- Seorang penumpang Muslim di India dilaporkan mendapatkan serangan brutal oleh sekitar 20 orang Hindu radikal di sebuah kereta dekat Stasiun Hafeezpet, Hyderabad. Pemukulan terjadi diduga karena korban berpenampolan mencolok sebagai Muslim, seperti jenggot dan peci.

Mohammed Imran menyampaikan kepada polisi, seperti dilansir The Siasat Daily (11/2/2025), bahwa serangan itu terjadi secara tiba-tiba saat perjalanan dari Hyderabad menuju Latur di dalam Manmad–Kakinada–Shirdi Express saat kereta berhenti di Hafeezpet Station pada 11 Februari 2026.

Saat itu, tanpa alasan jelas, para pelaku mengangkatnya dan hendak membunuhnya, dan bahkan temannya yang mencoba melerai juga dipukul. Polres setempat telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut serta status para pelaku.

https://www.youtube.com/shorts/J_qUd-nZI3s

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi kekacauan di dalam kereta, memicu diskusi luas tentang keamanan penumpang dan meningkatnya serangan terhadap minoritas di ruang publik di India.

Pengamat sosial mencatat bahwa insiden semacam ini bukan yang pertama: laporan sebelumnya mencatat beberapa kasus serangan terhadap Muslim di kereta atau tempat umum karena identitas agama mereka, termasuk pemukulan dan hinaan terhadap penumpang Muslim.

Isu kekerasan berbasis agama di India telah menjadi sorotan internasional dan domestik, dengan kelompok HAM menyoroti peningkatan insiden yang menyasar Muslim serta komunitas minoritas lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Pihak berwenang negara biasanya menegaskan akan menindak tegas setiap tindakan kekerasan, namun para pengamat mengatakan bahwa publik yang mempolarisasi dapat memperburuk situasi tanpa upaya pertanggungjawaban yang kuat.

Polisi Hyderabad belum merilis rincian identitas para tersangka atau status hukum mereka, sementara Imran berharap penyelidikan mengarah pada penangkapan pelaku yang bertanggung jawab atas serangan tersebut — sebuah kejadian yang kembali menyulut perdebatan tentang toleransi dan keselamatan di transportasi umum India. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

HeadlineIndiamuslimpemukulansarapriakereta apihindu radikalMohammed Imran