ABUJA (Arrahmah.id) -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana untuk mengirim sekitar 200 personel militer ke Nigeria, yang akan fokus pada pelatihan, dukungan teknis, dan pembagian intelijen kepada pasukan Nigeria dalam operasi kontra-terorisme melawan kelompok militan di berbagai wilayah utara negara tersebut.
Menurut pejabat militer Nigeria, seperti dilansir AP News (11/2/2026), pasukan AS akan ditempatkan di beberapa lokasi latihan tetapi tidak akan terlibat langsung dalam operasi tempur, dan seluruh keputusan taktis serta komando akan tetap di tangan militer Nigeria, sesuai pernyataan Mayor Jenderal Samaila Uba dari Markas Besar Pertahanan Nigeria.
Keputusan itu juga mencerminkan peningkatan kerja sama bilateral yang lebih luas, termasuk dukungan intelijen dan koordinasi serangan udara terhadap target ekstremis setelah serangan udara AS di Sokoto dan operasi bersama pada Desember 2025.
Menurut laporan AP News, pasukan AS akan membantu Tentara Nigeria meningkatkan taktik perang modern, pengintaian, dan respons terhadap ancaman sepertikelompok Islamic state West Africa Provience (ISWAP), Boko Haram, JNIM, dan militan lainnya dari kawasan Sahel.
Langkah ini terjadi di tengah kritik dan tekanan diplomatik dari pejabat AS terhadap respon pemerintah Nigeria atas kekerasan dan serangan oleh kelompok bersenjata, meskipun Abuja membantah tuduhan tidak tegas terhadap satu kelompok tertentu dan menekankan bahwa operasi militer mereka menargetkan semua ekstremis yang menyerang warga sipil, baik Muslim maupun Kristen.
Keberangkatan pasukan AS akan menjadi penegasan keterlibatan Washington dalam upaya internasional membantu negara tetangga menghadapi ekstremisme, meskipun AS menegaskan bahwa peran mereka bersifat dukungan dan pelatihan, bukan sebagai kekuatan tempur independen di tanah Nigeria. (hanoum/arrahmah.id)
