TEPI BARAT (Arrahmah.id) - Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan dua pemuda tewas akibat tembakan pasukan 'Israel' dalam dua insiden terpisah di Tepi Barat pada Rabu (28/1/2026). Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang penggerebekan militer yang terus meningkat di wilayah pendudukan tersebut.
Korban pertama diidentifikasi sebagai Qusay Maher Ismail Halayqa (28), warga kota Shuyoukh, yang tewas ditembak di dekat pos pemeriksaan terowongan di Provinsi Bethlehem. Sementara itu, pemuda lainnya, Muhammad Rajeh Nasrallah (20), dinyatakan meninggal dunia setelah terkena tembakan di bagian perut saat operasi militer 'Israel' di kota Dahariya, Hebron.
Militer 'Israel' mengonfirmasi telah melepaskan tembakan di Dahariya dengan klaim bahwa para pemuda tersebut melemparkan bom molotov dan batu ke arah petugas. Namun, pihak 'Israel' melaporkan tidak ada cedera di pihak mereka.
Saksi mata di Dahariya melaporkan bahwa pasukan 'Israel' menyerbu pusat kota dengan menembakkan peluru tajam dan gas air mata secara masif. Selain korban jiwa, Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan adanya korban luka tembak di bagian kaki serta puluhan kasus sesak napas akibat gas air mata.
Insiden ini menambah panjang daftar korban di Tepi Barat sejak eskalasi pecah pada Oktober 2023. Berdasarkan data resmi otoritas Palestina, serangan militer dan pemukim ilegal 'Israel' telah menyebabkan sedikitnya 1.109 warga Palestina tewas. Lebih dari 11.500 orang cedera. Lebih dari 21.000 warga Palestina telah ditahan. (zarahamala/arrahmah.id)
