Memuat...

Pelapor PBB: Kelaparan Sengaja Diciptakan 'Israel' di Gaza

Hanoum
Rabu, 23 Juli 2025 / 28 Muharam 1447 04:01
Pelapor PBB: Kelaparan Sengaja Diciptakan 'Israel' di Gaza
Muhammad Zakariya Ayyoub al-Matouq, seorang anak laki-laki Palestina berusia 1 tahun dari Kota Gaza, menghadapi kekurangan gizi yang mengancam jiwa ketika situasi kemanusiaan memburuk akibat serangan dan blokade Israel yang sedang berlangsung, pada 21 Juli 2025. [Foto: Ahmed Jihad Ibrahim Al-arini/Anadolu via Getty Images]

GAZA (Arrahmah.id) -- Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak atas Pangan Michael Fakhri menyatakan kelaparan parah yang terjadi di Jalur Gaza saat ini sengaja diciptakan 'Israel'.

Fakhri menyoroti minimnya bantuan yang diizinkan masuk oleh 'Israel' sejak mengakhiri gencatan senjata pada Maret lalu.

Dia menyatakan 'Israel' hanya mengizinkan segelintir bantuan masuk sejak melonggarkan blokade total pada Mei 2025.

Pada saat bersamaan, militer 'Israel' terus membunuh masyarakat Palestina yang berupaya mendapatkan bantuan.

"Apa yang kita saksikan di Gaza sekarang adalah tahap paling mengerikan dari kampanye kelaparan 'Israel'," kata Fakhri, seperti dilansir Al Jazeera (22/7/2025).

Advokat asal Kanada itu menambahkan, tindakan 'Israel' membatasi makanan masuk Gaza adalah kejahatan perang.

'Israel' juga disebut membatasi masuknya obat-obatan dan kebutuhan dasar lain sehingga memperparah kelaparan di Gaza.

"Ini adalah skenario paling buruk ketika orang-orang dicegah mendapatkan apa yang mereka perlukan untuk hidup. Ini tidak hanya penolakan (akses) makanan, tetapi juga air bersih dan layanan kesehatan," kata Fakhri.

"Dari perspektif legal, apa yang kita tahu tidak diragukan lagi adalah kasus kelaparan yang merupakan kejahatan perang."

Lebih lanjut, Fakhri menyinggung surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu dan eks Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024 lalu.

Dia menyebut surat perintah penangkapan itu memberi komunitas internasional kewajiban hukum untuk bertindak, termasuk menghentikan kelaparan yang diciptakan 'Israel' di Gaza.

Sebelumnya, Agensi Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) melaporkan lebih dari satu juta anak di Gaza terancam kelaparan akibat minimnya bantuan yang masuk.

Angka kematian dan rawat inap akibat kelaparan pun meningkat di Gaza belakangan ini. Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat 15 kematian akibat kelaparan di Gaza pada Selasa (22/7), empat di antaranya anak-anak. (hanoum/arrhmah.id)