AMMAN (Arrahmah.id) -- Pemerintah Yordania dilaporkan melarang seluruh aksi demonstrasi solidaritas untuk Palestina yang direncanakan berlangsung pada Jumat (3/4/2026) ini, menyusul kekhawatiran atas stabilitas keamanan dan potensi eskalasi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Keputusan tersebut muncul setelah otoritas setempat memperketat kontrol terhadap kegiatan publik, khususnya aksi yang berkaitan dengan konflik Palestina–Israel. Media lokal Jordan Voice (2/4) melaporkan larangan ini bersifat menyeluruh untuk mencegah mobilisasi massa yang biasanya terjadi usai shalat Jumat.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan sebelumnya di mana pemerintah Yordania membatasi atau melarang demonstrasi di wilayah sensitif, termasuk kawasan perbatasan dan titik-titik strategis, dengan alasan menjaga keamanan nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, Yordania memang kerap menjadi lokasi aksi solidaritas besar-besaran untuk Palestina. Ribuan warga turun ke jalan, terutama di ibu kota Amman, menuntut penghentian kekerasan di Gaza dan perubahan kebijakan terhadap 'Israel'.
Namun, respons aparat terhadap aksi-aksi tersebut cenderung semakin tegas. Laporan organisasi HAM dan media internasional mencatat adanya penangkapan, pembubaran paksa, hingga penggunaan kekuatan oleh aparat keamanan terhadap demonstran pro-Palestina.
Pengamat menilai kebijakan pelarangan ini mencerminkan dilema pemerintah Yordania: di satu sisi menghadapi tekanan publik yang kuat mendukung Palestina, sementara di sisi lain harus menjaga stabilitas domestik dan hubungan geopolitik di kawasan yang sensitif. (hanoum/arrahmah.id)
