RIYADH (Arrahmah.id) -- Pemerintah Arab Saudi resmi menyetujui rencana pembangunan bandara internasional di Mekkah untuk mempermudah akses jutaan jemaah haji dan umrah, sekaligus memangkas waktu perjalanan yang selama ini bergantung pada bandara di Jeddah.
Dilansir The Siasat Daily (2/4/2026), Arab Saudi mengambil langkah strategis dengan menyetujui arah investasi dan pengembangan bandara berstandar global di Makkah. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas langsung ke kota suci yang setiap tahun dikunjungi jutaan umat Muslim dari seluruh dunia.
Selama ini, mayoritas jemaah internasional harus mendarat di King Abdulaziz International Airport di Jeddah, yang berjarak sekitar 80–90 kilometer dari Mekkah, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Masjidil Haram. Kehadiran bandara baru di Mekkah diharapkan mampu mengurangi kepadatan di bandara tersebut sekaligus memangkas waktu tempuh jemaah secara signifikan.
CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Mekkah dan Situs Suci, Saleh Al-Rasheed, menyebut bahwa proyek ini telah mendapatkan persetujuan strategis dan ekonomi, serta akan dikembangkan melalui kerja sama dengan sektor swasta tanpa mengganggu operasional bandara di kota sekitar.
Euronews juga melaporkan bahwa rencana ini membuka peluang bagi jemaah untuk “terbang langsung ke Mekkah” di masa depan, sebuah perubahan besar dalam sistem transportasi haji dan umrah yang selama ini terpusat di kota lain. Selain bandara, pemerintah juga menyiapkan proyek metro Makkah guna memperkuat konektivitas antar lokasi ibadah utama.
Proyek bandara ini masih berada pada tahap awal perencanaan, meski studi kelayakan telah diselesaikan. Pengembangannya menjadi bagian dari visi besar Arab Saudi dalam meningkatkan kapasitas layanan haji dan umrah serta modernisasi infrastruktur di bawah program Vision 2030.
Selain itu, pembangunan bandara diperkirakan tidak berada di dalam kawasan suci (haram), melainkan di area luar seperti Al-Faisaliyah antara Makkah dan Jeddah, guna menjaga kesucian wilayah sekaligus memenuhi aspek teknis penerbangan.
Dengan proyek ini, Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan kapasitas pelayanan bagi jemaah global, seiring meningkatnya jumlah umat Muslim yang menunaikan ibadah haji dan umrah setiap tahun. (hanoum/arrahmah.id)
