RIYADH (Arrahmah.id) -- Arab Saudi mengirim pesan tegas kepada Iran agar tidak melancarkan serangan terhadap wilayahnya atau fasilitas energi strategis kerajaan. Riyadh memperingatkan bahwa setiap serangan baru dari Teheran dapat memicu tindakan balasan militer dan bahkan membuka kemungkinan penggunaan pangkalan Saudi oleh pasukan Amerika Serikat.
Dilansir Reuters (7/3/2026), pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan pesan diplomatik langsung kepada Iran melalui jalur komunikasi resmi. Dalam pesan tersebut, Riyadh menegaskan bahwa pihaknya lebih memilih penyelesaian diplomatik atas konflik Iran dengan Amerika Serikat dan 'Israel', namun serangan terhadap wilayah Saudi atau infrastruktur energinya tidak akan dibiarkan tanpa respons.
Sumber diplomatik menyebutkan bahwa Arab Saudi juga memperingatkan Iran bahwa jika serangan terhadap wilayahnya terus berlanjut, kerajaan dapat memberikan izin kepada militer Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer di Saudi guna melancarkan operasi militer terhadap Iran. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal keras bahwa Riyadh siap mengambil langkah lebih tegas jika keamanan nasionalnya terancam.
Peringatan keras itu muncul di tengah meningkatnya konflik regional setelah serangan militer Amerika Serikat dan 'Israel' terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Konflik tersebut memicu gelombang serangan balasan dari Iran menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi sekutu Washington.
Beberapa negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain, dilaporkan menghadapi serangan drone dan rudal dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah fasilitas strategis seperti bandara, pelabuhan, serta instalasi energi juga menjadi target serangan dalam eskalasi konflik tersebut.
Di Arab Saudi sendiri, beberapa serangan Iran dilaporkan menargetkan fasilitas energi penting, termasuk kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco pada awal Maret 2026. Serangan tersebut menyebabkan gangguan operasional sementara dan memicu lonjakan harga minyak global.
Para analis menilai peringatan keras dari Riyadh menunjukkan meningkatnya kekhawatiran negara-negara Teluk terhadap meluasnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan 'Israel'. Jika serangan terhadap wilayah Teluk terus terjadi, kawasan tersebut berpotensi terseret lebih dalam ke dalam konflik regional yang lebih luas. (hanoum/arrahmah.id)
