Memuat...

Utusan Trump dan Komandan Militer AS Tiba di 'Israel', Bahas Pembukaan Rafah dan Ketegangan Iran

Zarah Amala
Sabtu, 24 Januari 2026 / 6 Syakban 1447 10:41
Utusan Trump dan Komandan Militer AS Tiba di 'Israel', Bahas Pembukaan Rafah dan Ketegangan Iran
Steve Witkopf difoto di antara Jared Kushner (kanan) dan kepala Komando Pusat AS Brad Cooper (Agencies)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Perdana Menteri 'Israel', Benjamin Netanyahu, dijadwalkan bertemu dengan utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, di Yerusalem Barat pada Sabtu (24/1/2026) malam waktu setempat.

Kunjungan diplomatik ini dilakukan bersamaan dengan kedatangan Komandan Komando Pusat (CENTCOM) AS, Jenderal Brad Cooper, di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan media 'Israel' Channel 12, pertemuan antara Netanyahu dan utusan Trump akan difokuskan pada dua isu krusial: pembukaan kembali perbatasan Rafah dan dimulainya fase rekonstruksi di Jalur Gaza.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Carissa Gonzalez, menegaskan kepada Al Jazeera bahwa pembukaan gerbang Rafah merupakan bagian fundamental dari rencana perdamaian Gaza. Ia menyatakan bahwa perbatasan tersebut nantinya akan dibuka untuk lalu lintas dua arah di bawah pengawasan ketat Presiden Trump.

Meski demikian, terdapat perbedaan informasi mengenai waktu pelaksanaan. Ketua Komite Manajemen Gaza, Ali Shaath, sempat menyebutkan bahwa Rafah akan dibuka pekan depan. Namun, laporan internal 'Israel' membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa pembukaan tidak akan terjadi sebelum tuntutan keamanan Tel Aviv dipenuhi sepenuhnya. Kabinet keamanan 'Israel' (Cabinet) dalam pertemuan terakhirnya juga telah memutuskan untuk belum membuka perbatasan tersebut saat ini.

Di sisi militer, kedatangan Jenderal Brad Cooper menandai koordinasi keamanan tingkat tinggi antara AS dan Israel. Cooper dijadwalkan bertemu dengan Kepala Staf IDF, Eyal Zamir, dan komandan Angkatan Udara 'Israel' untuk membahas kesiapan menghadapi potensi serangan preventif dari Iran.

Eskalasi ini dipicu oleh pergerakan aset militer besar-besaran yang diperintahkan oleh Presiden Trump menuju kawasan tersebut. Dua pejabat AS mengonfirmasi bahwa gugus tempur kapal induk dan alutsista tambahan akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Spekulasi yang beredar di kalangan intelijen menunjukkan adanya kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran dalam beberapa minggu ke depan, menyusul pernyataan Trump bahwa "kekuatan besar" sedang bergerak untuk menangani ancaman dari Teheran. (zarahamala/arrahmah.id)