Memuat...

26 Warga Afghanistan Tewas dalam Serangan AS-"Israel" di Iran

Hanin Mazaya
Senin, 13 April 2026 / 25 Syawal 1447 16:51
26 Warga Afghanistan Tewas dalam Serangan AS-"Israel" di Iran
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Komisi Penanganan Masalah Migran mengatakan kepada Tolo News bahwa 26 warga Afghanistan kehilangan nyawa selama 40 hari terakhir akibat serangan "Israel" dan AS terhadap Iran.

Para pejabat dari komisi tersebut menambahkan bahwa beberapa korban telah dipindahkan ke Afghanistan, sementara sisanya telah dimakamkan di Iran.

Ahmadullah Wasiq, juru bicara komisi tersebut, mengatakan: “Sayangnya, 26 warga Afghanistan, termasuk anak-anak, meninggal dalam serangan udara. Dari jumlah tersebut, keluarga dari 14 korban telah datang ke kedutaan dan secara resmi meminta pemindahan jenazah, dan kedutaan telah menyediakan fasilitas yang diperlukan.”

Namun, menurut laporan media Iran dan pernyataan dari aktivis migran Afghanistan di Iran, sejak dimulainya serangan AS dan "Israel" terhadap negara tersebut, 31 migran Afghanistan, termasuk dua anak, telah kehilangan nyawa di berbagai kota di Iran.

Aktivis hak-hak migran percaya bahwa migran Afghanistan secara konsisten termasuk di antara kelompok yang paling rentan selama krisis regional, dan kurangnya dukungan yang memadai serta kondisi ekonomi yang sulit membuat mereka semakin rentan terhadap konsekuensi konflik.

Sayed Abdul Basit Ansari, seorang aktivis hak-hak migran, mengatakan: “Tidak diragukan lagi bahwa perang dan agresi menyebabkan kelompok yang paling rentan di masyarakat mana pun menderita kerugian terbesar, dan migran termasuk di antara kelompok-kelompok tersebut.”

Ali Reza Karimi, aktivis hak-hak migran lainnya, menambahkan: “Insiden ini menyoroti kerentanan tinggi migran selama krisis dan ketegangan militer. Kelanjutan konflik semacam itu dapat memiliki konsekuensi negatif yang luas bagi migran Afghanistan, termasuk peningkatan ketidakamanan, akses terbatas ke layanan dasar, dan memburuknya kondisi ekonomi dan sosial.”

Sementara itu, menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Iran masih menampung jumlah migran Afghanistan terbesar, dengan hampir 2,5 juta orang. Namun, otoritas Iran memperkirakan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi, termasuk warga Afghanistan tanpa dokumen yang berpindah tanpa registrasi. (haninmazaya/arrahmah.id)