Memuat...

'Israel' Murka, Patung Netanyahu Diledakkan di Festival Spanyol

Hanoum
Senin, 13 April 2026 / 25 Syawal 1447 02:54
'Israel' Murka, Patung Netanyahu Diledakkan di Festival Spanyol
Patung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelum dan sesudah diledakkan di El Burgo, Spanyol pada 5 April 2026. [Foto: X]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Pemerintah 'Israel' melayangkan protes resmi kepada Spanyol setelah sebuah patung raksasa yang menyerupai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu diledakkan dalam sebuah festival tahunan di kota El Burgo, dekat Malaga, pada 5 April 2026. Insiden tersebut terjadi dalam rangka perayaan tradisional Paskah yang dikenal sebagai “Burning of Judas”.

Patung setinggi sekitar tujuh meter itu diisi dengan sekitar 14 kilogram bahan peledak sebelum kemudian diledakkan di hadapan warga yang menyaksikan acara tersebut. Tradisi ini memang kerap menampilkan figur publik sebagai simbol yang dibakar, namun penggunaan figur Netanyahu memicu reaksi keras dari 'Israel'.

Kementerian Luar Negeri 'Israel' menyatakan, seperti dilansir The Times of Israel (12/4/2026), tindakan tersebut sebagai bentuk kebencian yang tidak dapat diterima dan langsung memanggil diplomat tertinggi Spanyol di Tel Aviv untuk memberikan teguran resmi.

Dalam pernyataannya, pihak 'Israel' menuding adanya unsur provokasi yang lebih luas. Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri 'Israel' menyatakan, “Kebencian antisemit yang mengerikan yang ditampilkan di sini adalah hasil langsung dari hasutan sistematis pemerintah Spanyol,” merujuk pada pemerintahan Perdana Menteri Pedro Sánchez.

Insiden ini terjadi di tengah hubungan yang memang telah memburuk antara Israel dan Spanyol dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait sikap Madrid terhadap konflik di Gaza. 'Israel' menilai sikap pemerintah Spanyol semakin memperkeruh hubungan bilateral.

Sementara itu, pihak pemerintah Spanyol membantah tuduhan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menolak segala bentuk antisemitisme. Sumber dari Kementerian Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa pemerintah tidak terlibat dalam kegiatan festival tersebut dan tetap menjunjung nilai anti-diskriminasi.

Wali Kota El Burgo, Maria Dolores Narvaez, menjelaskan bahwa penggunaan figur tokoh dunia dalam festival tersebut bukan hal baru. Ia menyebut bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, patung tokoh seperti Donald Trump dan Vladimir Putin juga pernah digunakan dalam tradisi serupa.

Peristiwa ini kembali menyoroti sensitifnya simbol politik dalam konteks budaya lokal, sekaligus memperlihatkan bagaimana ekspresi tradisional dapat memicu dampak diplomatik di tingkat internasional.  (hanoum/arrahmah.id)