Memuat...

AS dan Iran Saling Tuding Atas Kandasnya Negosiasi di Islamabad

Zarah Amala
Senin, 13 April 2026 / 25 Syawal 1447 10:10
AS dan Iran Saling Tuding Atas Kandasnya Negosiasi di Islamabad
Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir berbicara dengan Wakil Presiden AS J.D. Vance (Reuters)

ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Perundingan damai tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada Ahad (12/4/2026). Kedua belah pihak saling melemparkan tanggung jawab atas runtuhnya negosiasi yang sedianya bertujuan untuk mengakhiri perang 40 hari di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa kedua negara sebenarnya sudah sangat dekat untuk mencapai nota kesepahaman (MoU). Namun, ia menuding Washington tiba-tiba mengubah sikap dan tujuan di detik-detik terakhir.

Alasan Kegagalan: Versi Teheran vs Washington

Kedua delegasi memberikan alasan yang bertolak belakang mengenai penyebab kolapsnya dialog di Islamabad. Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyatakan AS gagal membangun kepercayaan. Ia menyoroti rekam jejak militer AS yang melakukan serangan pada 28 Februari lalu di tengah proses negosiasi di Jenewa sebagai salah satu alasan utama krisis kepercayaan tersebut.

Sedangkan, menurut pejabat senior AS kepada Reuters dan Fox News menyatakan bahwa Iran menolak tuntutan mendasar, termasuk penghentian pendanaan bagi Hamas, Hizbullah, dan Ansar Allah (Houtsi), pembukaan penuh Selat Hormuz bagi navigasi internasional serta penghentian total program pengayaan uranium dan pembongkaran fasilitas nuklir utama.

"Teheran salah menilai kekuatan posisi tawar yang mereka miliki," ujar seorang pejabat senior AS, merujuk pada ketidaksiapan Iran untuk menerima syarat mutlak AS mengenai pelarangan senjata nuklir secara total.

Negosiasi di Pakistan ini merupakan pertemuan paling signifikan sejak perang meletus pada 28 Februari. Delegasi AS dipimpin langsung oleh Wakil Presiden JD Vance, didampingi Jared Kushner dan utusan khusus Steve Witkoff. Sementara delegasi Iran menghadirkan tokoh-tokoh kunci seperti Qalibaf, Araghchi, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.

Pemerintah Pakistan, melalui PM Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Jenderal Asim Munir, bertindak sebagai mediator dalam upaya meredam eskalasi yang telah menelan ribuan korban jiwa tersebut.

Peluang Jilid Kedua

Meskipun perundingan berakhir buntu, laporan dari Wall Street Journal menunjukkan bahwa pintu diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Beberapa negara di kawasan dilaporkan sedang mendesak kedua pihak untuk kembali ke meja perundingan dalam beberapa hari mendatang guna mencegah eskalasi militer yang lebih luas.

Saat ini, gencatan senjata sementara selama dua pekan yang dimulai Rabu lalu (8/4) masih berlaku, meskipun situasinya tetap sangat rapuh seiring dengan gagalnya kesepakatan permanen di Islamabad. (zarahamala/arrahmah.id)