GAZA (Arrahmah.id) — Juru bicara Brigade Izzuddin Al-Qassam, Abu Ubaida, kembali menegaskan bahwa mujahidin perlawanan akan terus mengguncang pasukan pendudukan “Israel” dengan kerugian harian di Jalur Gaza.
Pernyataan ini disampaikannya pada Selasa (9/7), menyusul operasi penyergapan kompleks yang dilakukan mujahidin di wilayah Beit Hanoun, Gaza utara, yang menyebabkan tewasnya lima tentara “Israel” dan melukai 14 lainnya.
“Perang pengurasan yang kami lancarkan dari utara hingga selatan Gaza akan membuat musuh terus merugi setiap hari,” ujar Abu Ubaida dalam pernyataan yang diunggah melalui kanal Telegram-nya.
Ia menambahkan bahwa “operasi Beit Hanoun merupakan pukulan telak terhadap wibawa tentara pendudukan yang rapuh dan unit-unit paling kriminalnya di medan tempur yang mereka kira aman.”
Abu Ubaida menyebut keputusan paling bodoh yang mungkin diambil oleh Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu adalah mempertahankan pasukan penjajahnya di dalam Jalur Gaza.
Ia juga menyampaikan kemungkinan bahwa mujahidin Gaza akan segera berhasil menangkap lebih banyak tentara “Israel”.
“Keteguhan rakyat Palestina dan keberanian para mujahidin adalah yang membentuk perimbangan kekuatan dan menentukan arah fase berikutnya,” tegasnya.
Sebelumnya, militer pendudukan “Israel” mengumumkan kematian lima tentaranya dan luka 14 lainnya akibat penyergapan semalam di Beit Hanoun.
Sebagai respon atas serangan tersebut, Brigade Al-Qassam merilis sebuah foto di kanal Telegram mereka, disertai ancaman bahwa mereka akan “menghancurkan wibawa tentara ‘Israel’.”
Meskipun agresi dan pembantaian “Israel” terhadap warga sipil Palestina terus berlanjut, operasi perlawanan meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan jatuhnya puluhan tentara dan perwira “Israel”, terutama di Gaza bagian selatan dan utara.
Menurut laporan media penjajah, pada bulan Juni saja, 20 tentara dan perwira “Israel” tewas — menjadikannya bulan paling berdarah bagi militer pendudukan sejak invasi darat ke Gaza.
(Samirmusa/arrahmah.id)
