Memuat...

Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Qatar, Ledakan Besar Guncang Ras Laffan

Hanoum
Ahad, 12 April 2026 / 24 Syawal 1447 04:27
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Qatar, Ledakan Besar Guncang Ras Laffan
Pangakalan udara AL Udeid terkena serangan Iran. [foto: X]

DOHA (Arrahmah.id) -- Sejumlah rudal yang diduga diluncurkan Iran menghantam area strategis di Qatar, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan pangkalan militer Amerika Serikat, pangkalan udata Al Udeid pada awal April 2026. Serangan tersebut menyebabkan ledakan besar di kawasan industri Ras Laffan yang juga dikenal sebagai pusat gas utama negara itu.

Rekaman video yang beredar luas menunjukkan kobaran api dan asap tebal membumbung tinggi setelah ledakan terjadi, mengindikasikan dampak signifikan terhadap infrastruktur di lokasi tersebut. Laporan dari WION (11/4/2026) menyebutkan bahwa serangan ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan antara Iran dan kepentingan militer AS di kawasan Teluk.

Media Firstpost melaporkan kerusakan meluas di sekitar Ras Laffan, termasuk fasilitas energi dan area yang berdekatan dengan instalasi militer. Sumber keamanan menyatakan bahwa beberapa bagian pangkalan mengalami dampak langsung, meskipun belum ada konfirmasi resmi terkait jumlah korban.

https://www.youtube.com/shorts/Ui3U7sm4Ikk

Serangan ini menunjukkan eskalasi serius, dengan target yang tidak hanya bersifat militer tetapi juga infrastruktur strategis yang vital bagi kawasan,” ungkap seorang pejabat keamanan regional.

Serangan terjadi pada malam hari waktu setempat dan diduga dilakukan sebagai bagian dari respons Iran terhadap dinamika konflik yang melibatkan Amerika Serikat di Timur Tengah. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran terkait klaim serangan tersebut, sementara otoritas Qatar dan pihak militer AS masih melakukan penilaian dampak.

Rekaman visual dari berbagai sumber, termasuk platform video dan media sosial, memperlihatkan skala ledakan yang besar serta kerusakan pada beberapa bangunan di sekitar lokasi. Analis menilai penggunaan rudal jarak menengah dalam serangan ini menunjukkan peningkatan kemampuan operasional dan keberanian dalam menargetkan fasilitas yang sensitif secara geopolitik.

Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan Iran dan kepentingan AS di kawasan Teluk, serta berpotensi memicu respons militer maupun diplomatik dari pihak-pihak terkait. Pengamat keamanan menilai situasi ini dapat memperburuk stabilitas regional jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi. (hanoum/arrahmah.id)