Memuat...

'Israel' Kecam Presiden Korea Selatan Usai Unggah Video Kekerasan IDF di Palestina

Hanoum
Ahad, 12 April 2026 / 24 Syawal 1447 04:41
'Israel' Kecam Presiden Korea Selatan Usai Unggah Video Kekerasan IDF di Palestina
Tangkapan layar video yang menunjukkan tentara Israel mendorong mayat-mayat dari atap di kota Qabatiya, Tepi Barat yang diduduki. Serangan Israel pada September 2024 menewaskan sedikitnya lima warga Palestina. [Foto: Al Jazeera]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Pemerintah 'Israel' mengecam Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung setelah ia mengunggah video yang memperlihatkan dugaan kekerasan tentara IDF 'Israel' terhadap warga Palestina, memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara. Video tersebut, yang beredar luas, memperlihatkan perlakuan tidak manusiawi terhadap seorang pria Palestina, termasuk adegan jasad yang didorong dari atap bangunan.

Pemerintah 'Israel' dengan cepat merespons unggahan tersebut dengan kecaman keras, menyebutnya sebagai tindakan yang menyesatkan dan merusak citra negaranya di mata internasional. Kementerian Luar Negeri 'Israel' menilai unggahan itu tidak mencerminkan fakta secara utuh dan berpotensi memperkeruh situasi yang sudah sensitif.

Dalam laporan Al Jazeera (11/4/2026), disebutkan bahwa 'Israel' secara resmi menyampaikan keberatan diplomatik kepada Korea Selatan dan meminta klarifikasi atas sikap presidennya. Media TRT World juga melaporkan bahwa insiden ini menjadi sorotan global karena melibatkan dua negara dengan hubungan bilateral yang sebelumnya relatif stabil.

Unggahan tersebut dilakukan pada April 2026 melalui platform X (sebelumnya Twitter), dan langsung memicu reaksi internasional. Sejumlah pihak menilai tindakan Lee sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kemanusiaan di Palestina, sementara pihak lain menganggapnya sebagai langkah yang berisiko secara diplomatik.

“Kami sangat menyesalkan penyebaran konten yang tidak memberikan gambaran menyeluruh dan berpotensi memicu kesalahpahaman terhadap tindakan militer kami,” ungkap salah satu pejabat 'Israel'.

Sementara itu, pihak Korea Selatan belum menarik unggahan tersebut dan menegaskan pentingnya perhatian dunia terhadap situasi kemanusiaan di wilayah Palestina.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan global terhadap operasi militer Israel di wilayah Palestina, yang kerap menuai kritik dari berbagai organisasi internasional dan negara lain. Ketegangan diplomatik ini mencerminkan bagaimana isu Palestina tetap menjadi perhatian sensitif yang dapat memengaruhi hubungan antarnegara di berbagai belahan dunia. (hanoum/arrahmah.id)