Memuat...

Tak Mau Hidup Berdampingan, Warga Hindu Letakkan Kandang Babi di Depan Rumah Muslim

Hanoum
Ahad, 12 April 2026 / 24 Syawal 1447 04:35
Tak Mau Hidup Berdampingan, Warga Hindu Letakkan Kandang Babi di Depan Rumah Muslim
Seorang wanita Hindu melakukan aarti untuk babi yang dipelihara di dalam kandang di ldepan rumah Muslim menggunakan dupa. [Foto: The Print]

NEW DELHI (Arrahmah.id) -- Ketegangan antarwarga terjadi di kawasan Tri Nagar, Delhi, India, setelah sejumlah warga Hindu memelihara dan menempatkan babi dalam kandang di sekitar rumah mereka, termasuk di depan kediaman warga Muslim. Praktik ini dilaporkan berlangsung sejak awal April 2026 dan disebut oleh sebagian warga sebagai bentuk tekanan sosial terhadap komunitas Muslim.

Dilansir The Siasat Daily dan The Print (11/4/2026), babi-babi tersebut tidak hanya dipelihara, tetapi juga ditempatkan secara mencolok di area permukiman yang dihuni puluhan keluarga Muslim. The Print menyebut tindakan ini memicu ketegangan baru di lingkungan yang sebelumnya sudah sensitif secara komunal.

Sejumlah warga Muslim menilai tindakan tersebut sebagai bentuk provokasi. Mereka menyebut babi—yang dalam ajaran Islam dianggap najis—diletakkan dengan sengaja untuk mengganggu kenyamanan dan mendorong mereka meninggalkan kawasan tersebut. Siasat melaporkan bahwa beberapa kandang bahkan ditempatkan tepat di depan rumah warga Muslim.

“Kami merasa ini bukan sekadar praktik biasa, tetapi upaya untuk menekan kami agar pergi dari lingkungan ini,” ujar salah satu warga Muslim.

Laporan lain dari Muslim Mirror menyebut kandang babi dipindahkan dari satu titik ke titik lain di sekitar permukiman Muslim, memperkuat dugaan adanya pola intimidasi yang terorganisasi. Sementara itu, sejumlah video yang beredar memperlihatkan praktik pemberian nama bernuansa Muslim pada hewan tersebut dan dipanggil saat warga Muslim melintas.

Di sisi lain, sebagian warga Hindu membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa tindakan mereka merupakan bagian dari praktik keagamaan, termasuk pemujaan terhadap Varaha, salah satu avatar dewa dalam tradisi Hindu. Mereka menegaskan tidak ada niat untuk mengusir atau mengintimidasi pihak lain.

Pemerintah setempat dan aparat keamanan dilaporkan telah meningkatkan kehadiran di lokasi untuk mencegah eskalasi konflik. Hingga kini, belum ada laporan bentrokan fisik, namun situasi di lingkungan tersebut disebut masih tegang dengan kedua pihak saling menyampaikan klaim berbeda.

Peristiwa ini kembali menyoroti rapuhnya hubungan antar komunitas di beberapa wilayah India, di mana isu agama kerap menjadi pemicu konflik sosial di tingkat lokal. (hanoum/arrahmah.id)