Memuat...

Aksi Terbangkan Layang-Layang Digelar di Berbagai Negara sebagai Bentuk Solidaritas untuk Anak-Anak Gaza

Zarah Amala
Selasa, 1 September 2026 / 20 Rabiulawal 1448 12:30
Aksi Terbangkan Layang-Layang Digelar di Berbagai Negara sebagai Bentuk Solidaritas untuk Anak-Anak Gaza
Layang-layang diterbangkan di Piazza Duomo di Milan sebagai bentuk solidaritas dengan anak-anak Gaza [Getty]

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Puluhan aktivis menerbangkan layang-layang di depan Kedutaan Besar 'Israel' di Washington DC, Amerika Serikat, pada Ahad (30/8/2026), sebagai bentuk solidaritas terhadap anak-anak Gaza setelah 'Israel' mengancam akan mengambil tindakan keras, termasuk mengusir warga, terhadap siapa pun yang menerbangkan layang-layang atau balon dari wilayah tersebut.

Para peserta aksi juga mengibarkan bendera Palestina dan melepaskan balon bertuliskan "Free Gaza". Mereka menyerukan agar anak-anak di Gaza mendapatkan hak untuk menjalani kehidupan normal, bermain dengan aman, dan tumbuh tanpa ancaman serangan militer.

Peserta aksi mengatakan demonstrasi tersebut juga dimaksudkan sebagai simbol bahwa masa kanak-kanak banyak anak Gaza telah dirampas akibat perang dan kekerasan yang terus berlangsung. Mereka membawa sejumlah poster, di antaranya bertuliskan "Bibi is a murderer", "Kites not bombs", dan "Let Gaza live".

Poster lainnya berbunyi, "Untuk menghormati semua anak yang gugur di Gaza" serta "Orang-orang Kristen di Gaza terbunuh oleh uang dan bom yang kami kirim ke 'Israel'."

Aksi tersebut digelar setelah pemerintah 'Israel' awal bulan ini memerintahkan militernya untuk mengusir warga Palestina dari Gaza jika mereka kedapatan menerbangkan layang-layang atau melepaskan balon.

Menurut laporan Channel 13 'Israel', Menteri Pertahanan 'Israel' Israel Katz telah memerintahkan Kepala Staf Militer Eyal Zamir dan sejumlah pejabat militer senior untuk memberikan respons keras terhadap setiap peluncuran balon atau layang-layang dari Gaza menuju wilayah permukiman di 'Israel' selatan.

Katz juga dilaporkan menyebut setiap peluncuran layang-layang dan balon sebagai aksi terorisme. Ia mengatakan militer 'Israel' akan menggunakan seluruh cara yang diperlukan, termasuk mengosongkan penduduk dari suatu wilayah atau lingkungan, jika layang-layang atau balon diluncurkan dari sana.

Haitham Arafat, warga Amerika keturunan Palestina yang mengikuti aksi di Washington, mengatakan demonstrasi tersebut digelar untuk menegaskan bahwa semua anak memiliki hak untuk bermain.

"Mereka mengancam seorang anak, jika dia menerbangkan layang-layang, dengan bom dan rudal. Sudah sejauh apa kita sampai?" ujarnya kepada The New Arab.

Menurutnya, masyarakat dunia harus memastikan warga Palestina memperoleh hak untuk hidup bermartabat dan anak-anak Gaza dapat tumbuh seperti anak-anak di belahan dunia lainnya.

Arafat menyebut larangan menerbangkan layang-layang dan balon sebagai sesuatu yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya dan menyebutnya sebagai bentuk penindasan.

Aksi serupa juga digelar di sejumlah kota lain.

Di Milan, Italia, puluhan orang berkumpul di Piazza Duomo pada Ahad (30/8). Mereka mengibarkan bendera Palestina, menggelar aksi kilat, dan menerbangkan layang-layang sebagai bentuk solidaritas terhadap anak-anak Gaza.

Pada hari yang sama, sejumlah peserta aksi berkumpul di Berlin, Jerman, sambil membawa layang-layang dan bendera Palestina untuk menentang kebijakan pemerintah 'Israel'.

Sementara di Paris, Prancis, aksi digelar pada Sabtu. Para demonstran membawa ranting zaitun dan menerbangkan layang-layang sebagai bentuk dukungan terhadap anak-anak Palestina di Gaza.

Mereka berkumpul di sekitar kawasan Bastille sebelum berjalan menuju Fontaine des Innocents di pusat kota Paris. Para peserta juga meneriakkan sejumlah slogan yang menyerukan pertanggungjawaban serta pembebasan tahanan Palestina.

Hamas sebelumnya mengatakan layang-layang yang diterbangkan di Gaza dimainkan oleh anak-anak dan tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun. Hamas menuding 'Israel' menggunakan isu tersebut sebagai alasan untuk meningkatkan eskalasi dan melancarkan serangan lebih lanjut terhadap warga sipil di Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)