Memuat...

Ketua SPPG Mual dan Muntah Usai Cicipi Menu MBG

Ameera
Kamis, 13 Agustus 2026 / 1 Rabiulawal 1448 19:05
Ketua SPPG Mual dan Muntah Usai Cicipi Menu MBG
Ketua SPPG Mual dan Muntah Usai Cicipi Menu MBG

KARANGANYAR (Arrahmah.id) — Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, batal didistribusikan setelah ditemukan aroma mencurigakan pada olahan ayam rempah.

Ketua SPPG Jati, Abra Yodha Raya, bahkan mengalami mual, muntah, dan pusing setelah mencicipi menu tersebut sebelum dibagikan kepada penerima manfaat pada Rabu (12/8/2026).

Abra mengatakan, awalnya laporan mengenai aroma aneh pada ayam rempah disampaikan oleh tim dapur. Chef dan ahli gizi yang bertugas juga telah mencicipi serta mencium aroma makanan tersebut sebelum laporan diteruskan kepadanya.

“Saya dapat laporan dari dapur, dari chef-nya bilang, ‘Pak ini coba dirasakan sama dibau, ini kalau dari saya ada agak aneh’. Ahli gizi juga sudah merasakan, laporan ke saya, terus saya turun tangan,” kata Abra saat ditemui di SPPG Jati, Jaten, Karanganyar, Kamis (13/8/2026).

Menurut Abra, terdapat sekitar 10 orang yang ikut mencicipi menu tersebut, termasuk dirinya, tim pengolahan, dan ahli gizi. Namun, hanya dirinya yang kemudian mengalami mual hingga muntah.

“Kalau saya kemarin iya (muntah-muntah) sama mual dan pusing. Yang mencicip ada saya, pengolahan tuh semua, ada ahli gizi, jadi sekitar 10 orang. Yang lain nggak apa-apa,” ujarnya.

Abra menjelaskan, dari segi rasa, ayam rempah tersebut masih terasa enak karena bumbu rempah cukup kuat. Namun, aroma makanan dinilai berbeda dan cenderung kecut sehingga menimbulkan kecurigaan.

“Rasa itu enak, karena apa? Ketutup rempah, tapi dari aroma nggak bisa dibohongi, Mas. Aromanya memang beda, agak kecut gitu,” katanya.

Dalam penilaian organoleptik, makanan tersebut mendapat nilai 2 dari skala 1 sampai 5. Nilai tersebut dinilai rendah sehingga menu ayam rempah tidak dinyatakan layak untuk didistribusikan.

Abra mengatakan, keputusan untuk membatalkan pembagian dilakukan sebagai langkah kehati-hatian. Terlebih, menu tersebut sebenarnya disiapkan untuk batch kedua dengan jumlah sekitar 300 porsi penerima manfaat.

Beruntung, makanan belum sempat dibagikan kepada penerima MBG ketika laporan mengenai aroma mencurigakan tersebut diterima.

Terkait kondisi yang dialaminya, Abra menduga mual, muntah, dan pusing yang dirasakan belum tentu sepenuhnya disebabkan oleh makanan yang dicicipinya. Ia mengaku sebelumnya dalam kondisi kelelahan setelah beraktivitas fisik.

“Mungkin bisa jadi itu karena saya sorenya habis sepakbola pol-polan sampai lemas terus paginya kan jaga di sini, jadwal piket juga di sini. Kalau piket otomatis nggak tidur, nah mungkin efek itu juga bisa,” terangnya.

Meski demikian, temuan aroma yang dianggap tidak normal membuat pihak SPPG memilih tidak mengambil risiko dengan tetap mendistribusikan menu tersebut.

Pembatalan distribusi dilakukan sebelum makanan sampai kepada para penerima manfaat, sehingga potensi dampak yang lebih luas dapat dicegah.

Pihak SPPG selanjutnya perlu memastikan penyebab munculnya aroma mencurigakan pada ayam rempah tersebut sebelum menu serupa kembali diproduksi dan didistribusikan.

(ameera/arrahmah.id)