Memuat...

Ulama Kuwait Sebut Pesawat 'Israel' Tidak Pernah Membom Gaza; Itu Hanya Film

Hanoum
Jumat, 28 Agustus 2026 / 16 Rabiulawal 1448 04:49
Ulama Kuwait Sebut Pesawat 'Israel' Tidak Pernah Membom Gaza; Itu Hanya Film
Syekh Salem al-Taweel. [Foto: Youtube]

KUWAIT CITY (Arrahmah.id) -- Ulama Kuwait Syekh Salem al-Taweel menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa 'Israel' tidak pernah menggunakan pesawat untuk membombardir Jalur Gaza dan menyebut rekaman serangan udara yang beredar sebagai “film”. Pernyataan tersebut beredar melalui sejumlah platform media sosial dan situs berbahasa Arab.

Dilansir Qud News (26/8/2026), pernyataan itu dikutip langsung dari video resmi Syekh Salem al-Taweel, Salem al-Taweel di Youtube. Dia memengatakan bahwa dirinya tidak pernah mendengar 'Israel' menggunakan pesawat untuk melakukan serangan terhadap Gaza.

“Israel tidak menggunakan pesawat untuk membom Gaza. Kami tidak pernah mendengar hal itu; ini film-film," ujar al Taweel.

Klaim tersebut juga muncul bersamaan dengan pernyataan lain al-Taweel mengenai konflik Gaza. Dalam materi yang beredar, ulama Kuwait itu menyatakan bahwa warga Gaza tidak dapat begitu saja disebut sebagai “syuhada” karena, menurut pandangannya, mereka tidak diperintahkan berjihad dan tidak diberlakukan kewajiban berperang atas mereka.

Pernyataan resmi tersebut secara langsung bertentangan dengan klaim bahwa 'Israel' tidak menggunakan pesawat dalam operasi militernya di Gaza. Militer 'Israel' bahkan secara eksplisit menggunakan istilah “fighter jets” atau pesawat tempur ketika menjelaskan operasi udaranya.

Media internasional juga berulang kali melaporkan serangan udara Israel di Gaza. Reuters, misalnya, pada 23 Agustus 2026 melaporkan bahwa serangan udara 'Israel' di Gaza menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang anak berusia empat tahun. Reuters menyebut salah satu serangan menghantam sebuah bangunan di Zawayda, Gaza tengah, sementara serangan lain mengenai kamp pengungsi Nuseirat. 'Israel' mengatakan serangan tersebut merupakan respons terhadap peluncuran balon, drone dan layang-layang dari Gaza.

Sehari kemudian, Reuters kembali melaporkan serangkaian serangan udara dan tembakan 'Israel' yang menewaskan sedikitnya empat warga Palestina, termasuk dua anak. Laporan tersebut menyebut serangan udara menghantam sejumlah lokasi di Gaza, sementara militer 'Israel' mengatakan beberapa serangan diarahkan terhadap sasaran Hamas.

Associated Press juga mendokumentasikan penggunaan serangan udara Israel di Gaza. Dalam laporan 24 Agustus 2026, AP menyebut serangan udara dan tembakan tank 'Israel' menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk seorang anak berusia empat tahun dan seorang anak perempuan berusia 10 tahun. Laporan itu juga menyebut serangan tersebut terjadi ketika Amerika Serikat sedang mendorong 'Israel' mengurangi operasi militernya di Gaza.

Bukti penggunaan pesawat tempur bahkan sudah terdokumentasi jauh sebelum pernyataan terbaru al-Taweel. Pada Mei 2023, Associated Press melaporkan bahwa pesawat tempur 'Israel' menyerang sejumlah sasaran di Jalur Gaza. Pada saat itu, AP secara eksplisit menulis bahwa Israeli fighter jets struck targets in the Gaza Strip, sementara 'Israel' mengatakan serangan tersebut menargetkan seorang komandan senior Islamic Jihad.

Al Jazeera juga memiliki dokumentasi mengenai serangan udara 'Israel' terhadap Gaza. Dalam laporan April 2023, media tersebut memberitakan pesawat Israel menyerang beberapa lokasi di Gaza, termasuk sebuah lokasi militer di Gaza City dan sebuah lokasi di kamp pengungsi Nuseirat.

Bahkan, selama perang yang berlangsung setelah Oktober 2023, penggunaan kekuatan udara menjadi salah satu komponen utama operasi militer Israel di Gaza. Al Jazeera pada Agustus 2026 melaporkan bahwa serangan udara 'Israel' terus berlangsung meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata yang rapuh. Laporan itu mencatat sejumlah serangan terhadap rumah warga, kendaraan, kawasan pengungsian, serta fasilitas yang menurut Israel berkaitan dengan Hamas. (hanoum/arrahmah.id)