Memuat...

Banjir Dahsyat Melanda Afghanistan, Menghancurkan Kehidupan Ratusan Keluarga

Hanin Mazaya
Selasa, 14 April 2026 / 26 Syawal 1447 17:20
Banjir Dahsyat Melanda Afghanistan, Menghancurkan Kehidupan Ratusan Keluarga
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Hujan lebat dan banjir dahsyat dalam beberapa minggu terakhir telah mengacaukan kehidupan ratusan keluarga di Afghanistan.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional mengatakan jumlah korban tewas dan luka-luka akibat banjir ini telah mencapai hampir 440 orang.

Selain itu, ratusan rumah telah hancur total atau sebagian, dan ribuan jerib lahan pertanian telah rusak.

Mohammad Yousuf Hamad, juru bicara badan tersebut, menyampaikan angka terbaru dan mengatakan: “Badan Penanggulangan Bencana Nasional, berdasarkan laporan provinsi yang dikumpulkan sejak tanggal 6 Hamal (kalender Afghanistan) hingga saat ini, mengumumkan bahwa akibat hujan, banjir, gempa bumi, runtuhnya atap, petir, dan peristiwa alam lainnya, sayangnya 189 orang telah meninggal, 252 orang terluka, dan 9 orang hilang.”

Banjir ini tidak hanya merusak infrastruktur lokal tetapi juga mempersulit akses ke tempat berlindung, air minum bersih, dan makanan bagi banyak keluarga, lansir Tolo News (14/4/2026).

Gul Mohammad, salah satu warga yang terdampak, mengatakan: “Hujan ini menyapu semua yang kami miliki, dan rumah kami telah hancur total.”

Warga lain yang terdampak, Mohammad Sharif Attaee, menyerukan dukungan pemerintah yang lebih besar: “Permintaan kami kepada pemerintah adalah untuk memperhatikan distrik Jaghatu di Maidan Wardak selama musim hujan, karena perekonomian masyarakat di sini sangat lemah.”

Banjir baru-baru ini sekali lagi menyoroti pentingnya kesiapan dan manajemen bencana yang efektif.

Beberapa ahli percaya bahwa membangun sistem peringatan dini, infrastruktur yang tangguh, dan perencanaan pengurangan risiko yang tepat dapat membantu mencegah kerugian serupa di masa depan.

Kamar Pertanian dan Peternakan memperingatkan bahwa kerusakan lahan pertanian dapat memiliki konsekuensi ekonomi jangka panjang bagi keluarga pedesaan.

Waseem Safi, Direktur Eksekutif Kamar tersebut, mengatakan: “Kami berharap Imarah Islam Afghanistan, bersama dengan sektor swasta, untuk bekerja sama dengan organisasi bantuan dan donor untuk menerapkan program yang mendukung petani yang terdampak banjir dan mencegah kerugian lebih lanjut.”

Afghanistan termasuk di antara negara-negara yang sangat rentan terhadap perubahan iklim, dan terulangnya peristiwa seperti itu menunjukkan bahwa tanpa perencanaan dan tindakan pencegahan yang tepat, risiko kerugian manusia dan finansial akan tetap tinggi. (haninmazaya/arrahmah.id)