Memuat...

Trump Singkirkan Hakim Pembela Mahasiswa Pro-Palestina, Gelombang Kritik Menguat

Samir Musa
Selasa, 14 April 2026 / 26 Syawal 1447 14:33
Trump Singkirkan Hakim Pembela Mahasiswa Pro-Palestina, Gelombang Kritik Menguat
Protes yang mendukung Palestina meluas ke lebih dari 50 universitas di Amerika Serikat sepanjang tahun 2025 (AFP).

WASHINGTON (Arrahmah.id)  – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah memecat sejumlah hakim imigrasi, termasuk dua hakim perempuan yang diketahui menghalangi upaya deportasi mahasiswa pendukung Palestina.

Menurut keterangan Asosiasi Nasional Hakim Imigrasi, pemecatan ini terjadi secara bertahap, dengan enam hakim diberhentikan pada awal pekan lalu dan tiga lainnya pada hari Jumat Agung.

Asosiasi tersebut mengungkapkan bahwa sejak Januari tahun lalu, sedikitnya 113 hakim imigrasi telah diberhentikan tanpa melalui prosedur hukum yang semestinya, serta tanpa alasan atau penjelasan yang jelas.

“Pemecatan ini salah dan bersifat sewenang-wenang,” tegas asosiasi itu, seraya menambahkan bahwa pemecatan hakim imigrasi sebelumnya merupakan hal yang sangat jarang terjadi sebelum Trump kembali ke White House untuk masa jabatan keduanya.

Dilansir dari Reuters, dua hakim yang dipecat tersebut adalah Rupal Patel dan Nina Froehlich, yang bertugas di negara bagian Massachusetts.

Keduanya diketahui telah menghalangi upaya pemerintah untuk mendeportasi sejumlah mahasiswa, termasuk mahasiswi doktoral Universitas Tufts, Rümeysa Öztürk, serta mahasiswa Colombia Univeesity, Mohsen Mahdawi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memecat puluhan hakim imigrasi sejak awal tahun lalu, 2025 (AFP).

Dalam pernyataannya kepada media lokal, kedua hakim tersebut mengatakan bahwa mereka menerima pemberitahuan pemecatan pada hari Jumat, hanya beberapa saat sebelum masa percobaan kerja mereka yang berlangsung selama dua tahun berakhir.

Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari langkah keras pemerintahan Trump terhadap aktivisme pro-Palestina di kampus-kampus Amerika, yang belakangan semakin meningkat di tengah agresi “Israel” di Gaza.

(Samirmuaa/arrahmah.id)