Memuat...

Trump Unggah Gambar Mirip Yesus, Picu Kecaman Luas dari Umat Kristen

Hanoum
Selasa, 14 April 2026 / 26 Syawal 1447 04:40
Trump Unggah Gambar Mirip Yesus, Picu Kecaman Luas dari Umat Kristen
Presiden AS donald Trumo mengunggah foto AI dirinya disamakan dengan Yesus Kristus. [Foto: X]

WASHINGTON (arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kecaman luas setelah mengunggah gambar yang menampilkan dirinya menyerupai Yesus Kristus di media sosial Truth Social. Unggahan tersebut akhirnya dihapus setelah memicu kontroversi dan dianggap melecehkan simbol keagamaan, khususnya oleh kalangan Kristen.

Peristiwa ini terjadi pada Ahad (13/4/2026) waktu setempat di Amerika Serikat, ketika Trump memposting gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan dirinya dalam pose menyerupai figur Yesus, lengkap dengan cahaya ilahi saat “menyembuhkan” seseorang. Unggahan tersebut dengan cepat viral dan memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk pendukungnya sendiri.

Menurut laporan media internasional seperti BBC, NDTV, dan The New York Times (13/4), gambar tersebut dinilai tidak pantas karena menyamakan figur politik dengan sosok suci dalam agama Kristen. Kritik datang dari tokoh agama, komentator konservatif, hingga masyarakat umum yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap iman.

Sejumlah tokoh Kristen secara terbuka mengecam unggahan tersebut. Seorang pemuka agama, Rev. Paul D. Erickson, menyebut tindakan itu sebagai bentuk penyalahgunaan simbol keagamaan dalam politik. Ia menilai hal tersebut mencerminkan kecenderungan yang berbahaya dalam memanfaatkan agama untuk kepentingan pribadi.

Kontroversi semakin meluas karena unggahan tersebut muncul di tengah ketegangan antara Trump dan Paus Leo XIV, yang sebelumnya mengkritik kebijakan luar negeri AS.

Menanggapi kritik, Trump menyatakan bahwa dirinya tidak bermaksud menggambarkan diri sebagai Yesus. Dalam keterangannya kepada media, ia mengatakan, “Saya pikir itu seperti saya sebagai dokter, bukan Yesus,” berusaha meredam kontroversi yang terjadi.

Meski demikian, tekanan publik terus meningkat hingga akhirnya unggahan tersebut dihapus. Insiden ini kembali menyoroti sensitivitas penggunaan simbol agama dalam ranah politik serta potensi dampaknya terhadap hubungan antara pemimpin politik dan komunitas keagamaan. (hanoum/arrahmah.id)