QUETTA (Arrahmah.id) -- Pasukan keamanan Pakistan mengumumkan kematian puluhan hingga ratusan militan dalam serangkaian operasi balasan terhadap serangan yang dilancarkan kelompok pemberontak di provinsi barat daya Balochistan. Angka korban yang dilaporkan bervariasi tergantung pada sumber, namun semua menunjuk pada eskalasi taktik keamanan di tengah meningkatnya kekerasan.
Pejabat setempat mengatakan, seperti dilansir Reuters (2/2/2026), bahwa sejak serangan terkoordinasi separatis Balochistan Liberation Army (BLA) di berbagai distrik — termasuk Quetta, Gwadar, dan Mastung — pasukan polisi dan militer melakukan operasi kontra-serangan intensif yang menewaskan sekitar 145 militan selama 40 jam pertempuran.
Selain itu, beberapa laporan menyebut jumlah militan tewas bisa mencapai 177 di wilayah Balochistan dalam empat hari operasi yang terus berlanjut, saat pasukan keamanan membersihkan sisa sel pemberontak pasca serangan.
Pemberontakan BLA telah menargetkan pos keamanan, infrastruktur publik, dan fasilitas pemerintah, menimbulkan kematian puluhan warga sipil dan aparat keamanan dalam gelombang serangan terbaru yang diyakini sebagai salah satu eskalasi paling serius dalam beberapa tahun terakhir.
Pejabat Islamabad menyalahkan kelompok separatis yang mereka sebut didukung pihak luar, sementara kelompok pemberontak menyatakan aksi mereka sebagai bagian dari perjuangan memperoleh otonomi yang lebih besar bagi Balochistan. Konflik ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan internasional terkait stabilitas kawasan yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan. (hanoum/arrahmah.id)
