KABUL (Arrahmah.id) - Pemerintah Australia dan kedutaan besar Imarah Islam Afghanistan sebelumnya di Canberra telah mengeluarkan pernyataan bersama yang mengumumkan bahwa operasi kedutaan akan ditangguhkan mulai 30 Juni 2026.
Pernyataan tersebut menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah konsultasi bilateral dan dengan mempertimbangkan kondisi saat ini dan keterbatasan operasional. Menurut pernyataan tersebut, kedua pihak telah menekankan pentingnya proses transisi yang bermartabat dan tertib serta mengklarifikasi bahwa keputusan ini tidak mengubah pendirian prinsip Australia terhadap situasi di Afghanistan, lansir Tolo News (31/1/2026).
Sebagian dari pernyataan bersama tersebut berbunyi: "Mengingat keadaan yang berlaku, setelah konsultasi yang diprakarsai oleh Pemerintah Australia, dan dalam konteks kendala di luar kendali Kedutaan, mengingat kekhawatiran bahwa situasi tersebut tidak dapat berlanjut selamanya, kami memberitahukan bahwa operasi Kedutaan akan ditangguhkan setelah 30 Juni 2026."
Nisar Ahmad Shirzai, seorang analis politik, menyatakan: "Penutupan kedutaan dan isolasi diplomatik Afghanistan bukanlah demi kepentingan negara. Kondisi harus diciptakan sesuai dengan norma internasional agar Afghanistan dapat membangun kembali hubungan diplomatik seperti sebelumnya."
Pernyataan yang dirilis oleh pemerintah Australia tersebut juga menegaskan bahwa Australia tidak berniat menerima perwakilan baru dari Imarah Islam dan tidak mengakui Imarah Islam sebagai perwakilan resmi Afghanistan.
Lebih lanjut, pernyataan tersebut mengklarifikasi bahwa setelah penutupan kedutaan, pemerintah Australia akan melindungi gedung kedutaan dan aset diplomatiknya sesuai dengan hukum internasional.
Aziz Ma’arej, mantan diplomat Afghanistan, memperingatkan: "Langkah ini akan menciptakan kesulitan bagi migran Afghanistan di Australia. Tanpa kedutaan, baik yang mewakili pemerintah saat ini maupun pemerintah sebelumnya, warga negara Afghanistan akan menghadapi masalah serius."
Hal ini menyusul pengumuman sebelumnya oleh kedutaan pemerintah Afghanistan sebelumnya mengenai kemungkinan menghentikan operasinya pada tahun 2026.
Sejauh ini, Imarah Islam Afghanistan belum berkomentar apakah mereka bermaksud menunjuk perwakilan untuk mengambil alih kedutaan tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)
