JAKARTA (Arrahmah.id) – Ribuan perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang dan profesi berkumpul dalam forum pernyataan bersama bertajuk One Million Women for Gaza yang digelar di Jakarta.
Acara ini merupakan bagian dari gerakan solidaritas nasional yang digagas oleh sayap perempuan Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP), bekerja sama dengan Pimpinan Pusat Wanita Islam serta berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perempuan, komunitas keagamaan, akademisi, pelajar, ibu rumah tangga, hingga pelaku UMKM.
Forum ini menjadi penanda dimulainya aksi damai One Million Women for Gaza yang akan digelar pada Ahad, 6 Juli 2025, pukul 06.00–10.00 WIB di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Dalam konferensi pers, Ketua Umum sayap perempuan ARI-BP, Sabriati Aziz, membacakan deklarasi nasional yang memuat lima komitmen utama:
- Memboikot produk-produk yang memiliki keterkaitan dengan entitas pro-"Israel".
- Mengampanyekan gerakan #GantiProduk dan edukasi konsumen.
- Memperkuat jaringan solidaritas ekonomi perempuan.
- Menyuarakan keadilan untuk Palestina di ruang-ruang publik.
- Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
"Boikot adalah langkah paling nyata dan memungkinkan untuk kita lakukan demi menghentikan genosida di Palestina. Ini bukan hanya tentang solidaritas, tapi juga tentang tanggung jawab kemanusiaan," ujar Sabriati.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Islam, Marfuah Musthofa, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk tekanan sipil melalui jalur ekonomi. Ia menyebut bahwa konsumsi adalah tindakan politis.
"Kami tidak sekadar meminta berhenti membeli produk tertentu. Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung produk lokal, halal, dan UMKM perempuan. Setiap rupiah yang dibelanjakan adalah sikap atas ketidakadilan global," tegas Marfuah.
Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa agresi militer "Israel" dan pendudukan atas tanah Palestina merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Para peserta menyatakan penolakan terhadap segala bentuk normalisasi dengan entitas yang mendukung penjajahan.
"Boikot adalah hak. Solidaritas adalah kekuatan. Perempuan bergerak, dunia berubah!" seru Marfuah yang disambut sorak gemuruh dari para peserta.
Dukungan juga datang dari kalangan buruh. Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI), Mirah Sumirah, menyatakan bahwa komunitas buruh nasional dan internasional berdiri bersama rakyat Palestina.
"Kalau masih membela penjajahan, perlu kita tanya: mereka ini warga Indonesia atau agen zionis?" ujar Mirah dengan nada tegas.
Gerakan One Million Women for Gaza bukan sekadar simbolik, melainkan langkah nyata perempuan Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, keadilan global, dan kemandirian ekonomi bangsa.
(ameera/arrahmah.id)
