JAKARTA (Arrahmah.id) — Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis laporan bertajuk Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran yang memuat penilaian masyarakat terhadap kinerja para menteri Kabinet Merah Putih.
Dalam survei tersebut, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperoleh skor tertinggi, sedangkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mencatat skor terendah.
Berdasarkan hasil survei masyarakat umum dengan skema pembobotan positional scoring rule atau Borda Count, Purbaya memperoleh skor 291.
Nilai tersebut lebih dari dua kali lipat skor Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang berada di urutan berikutnya dengan skor 140.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh skor 127.
CELIOS menyebut penilaian terhadap tiga nama tersebut berbeda cukup jauh dibandingkan mayoritas menteri lainnya.
Sejumlah menteri lainnya hanya memperoleh skor dua digit, bahkan beberapa mencatatkan skor negatif.
"Setelah tiga nama tersebut, skor menteri lainnya anjlok drastis ke angka 2 digit, menunjukkan bahwa hanya segelintir menteri yang kinerjanya benar-benar dikenali dan diapresiasi publik," tulis CELIOS dalam laporannya, dikutip Senin (12/10/2026).
Bahlil, Pigai, dan Raja Juli Catat Skor Negatif
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperoleh skor -159 dalam penilaian masyarakat. Posisi berikutnya ditempati Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai dengan skor -158.
Adapun Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mencatatkan skor -103. Ketiganya menjadi nama dengan skor negatif tiga digit, sementara menteri lain yang memperoleh penilaian rendah berada pada kisaran -16 hingga -47.
Menurut CELIOS, skor negatif tersebut menunjukkan bahwa ketiga menteri itu lebih sering memperoleh penilaian buruk dalam survei dibandingkan penilaian positif.
"Skor negatif ini menunjukkan bahwa ketiganya jauh lebih sering dinilai buruk, sehingga layak menjadi prioritas evaluasi dan reshuffle," tegas CELIOS.
Hasil survei ini menjadi bagian dari evaluasi publik yang disusun CELIOS terhadap jalannya pemerintahan Prabowo–Gibran.
Penilaian tersebut menggambarkan persepsi responden terhadap kinerja menteri, bukan dengan sendirinya menjadi ukuran menyeluruh atas capaian kebijakan maupun kinerja setiap kementerian.
Temuan tersebut juga menyoroti perbedaan persepsi masyarakat terhadap para anggota kabinet. Namun, untuk menilai kinerja secara komprehensif, hasil survei perlu dibaca bersama indikator lain, seperti capaian program, pelaksanaan anggaran, dan dampak kebijakan terhadap masyarakat.
(ameera/arrahmah.id)
