Memuat...

Turki Gempur Intelijen 'Israel', Dua Agen Mossad Ditangkap di Istanbul

Hanoum
Ahad, 8 Februari 2026 / 21 Syakban 1447 07:40
Turki Gempur Intelijen 'Israel', Dua Agen Mossad Ditangkap di Istanbul
Logo badan intelijen Israel Mossad dan bendera Israel yang dilukis di dinding yang retak. [Foto: Shutterstock]

ISTANBUL (Arrahmah.id) -- Otoritas Turki melalui National Intelligence Organization (MIT) mengumumkan penangkapan dua orang yang diduga bekerja untuk intelijen 'Israel', Mossad.

Dilansir APA (6/2/2026), kepolisian Turki dan badan intelijen MIT menangkap Mehmet Budak Derya dan Veysel Kerimoğlu, dalam sebuah operasi yang disebut “Monitum” di metropolitan Istanbul pada 6 Februari 2026.

Kedua tersangka, yang merupakan warga Turki, dituduh telah menyediakan informasi yang dikumpulkan secara rahasia kepada intelijen 'Israel' melalui kontak dan perantara selama beberapa tahun.

Mehmet Budak Derya disebut telah menjalin hubungan komunikasi dengan agen Mossad sejak 2013 melalui jaringan bisnis internasional yang kemudian berkembang menjadi kegiatan spionase.

Sementara itu, Veysel Kerimoğlu diduga direkrut dan diarahkan oleh Mossad untuk membantu dalam pengumpulan dan transmisi data sensitif. Pemerintah Turki menyatakan penyelidikan atas kasus ini bakal terus berlanjut, termasuk menelusuri apakah ada jaringan yang lebih luas.

Penangkapan ini terjadi di tengah ketegangan hubungan yang meningkat antara Ankara dan Tel Aviv, terutama setelah Turki berulang kali menolak operasi militer atau intelijen 'Israel' yang dianggap melanggar kedaulatan negara Turki atau menyasar warga Palestina yang tinggal di negara tersebut.

Ankara sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap upaya operasi semacam itu di wilayahnya akan berhadapan dengan “konsekuensi serius.”

Kasus terbaru ini serupa dengan serangkaian operasi kontra-spionase sebelumnya di Turki, termasuk penangkapan pada Oktober 2025 terhadap dua mata-mata yang dituduh bekerja untuk Mossad, yakni seorang detektif swasta dan seorang pengacara yang dituduh menjual informasi rahasia kepada agen 'Israel'.

Ankara memang telah beberapa kali membongkar dan menahan individu yang bekerja untuk intelijen asing, termasuk yang dituduh melakukan aktivitas pengumpulan data terhadap warga dan perusahaan lokal untuk keperluan Mossad.

Operasi-operasi semacam ini menegaskan upaya Turki untuk menjaga keamanan dan kedaulatannya dari campur tangan intelijen asing, terutama yang berkaitan dengan konflik regional yang lebih luas. (hanoum/arrahmah.id)

 

 

TurkiHeadlinemossadmata-mataspionaseintelejenIstanbul