YERUSALEM (Arrahmah.id) -- Sejumlah warga 'Israel' dilaporkan memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem pada Rabu (9/4/2026), sesaat setelah shalat Subuh, di hari pertama pembukaan kembali masjid tersebut setelah sekitar 40 hari ditutup oleh otoritas 'Israel'.
Menurut laporan Anadolu Agency dan Al Jazeera (9/4/2026), ratusan warga 'Israel'—yang dalam beberapa laporan disebut sebagai pemukim—memasuki area kompleks Al Aqsa di bawah pengawalan ketat aparat keamanan 'Israel'. Aksi ini terjadi hanya beberapa jam setelah jamaah Muslim kembali diizinkan melaksanakan ibadah di dalam masjid.
Data dari otoritas wakaf menyebutkan sekitar 400 lebih orang memasuki kompleks tersebut melalui beberapa pintu yang dijaga ketat, dalam kunjungan yang berlangsung secara bertahap sepanjang pagi. Kehadiran mereka memicu ketegangan di dalam kawasan suci yang sebelumnya baru dibuka kembali untuk umat Muslim.
Seorang saksi mata menggambarkan situasi di lokasi sebagai penuh tekanan dan pengawasan ketat aparat.
“Setelah kami selesai shalat Subuh, mereka mulai masuk dalam kelompok-kelompok dengan pengawalan polisi. Suasana menjadi tegang karena kehadiran mereka di dalam kompleks,” ujar seorang jamaah, dikutip dari Anadolu Agency.
https://www.youtube.com/shorts/vbCjUsJKcxU
Pembukaan kembali Masjid Al Aqsa sebelumnya dilakukan setelah lebih dari satu bulan pembatasan akses akibat situasi keamanan yang memburuk di kawasan. Namun, masuknya warga Israel ke kompleks tersebut pada hari pertama pembukaan kembali dinilai berpotensi memicu ketegangan baru.
Media internasional juga melaporkan bahwa kunjungan semacam ini kerap terjadi dalam konteks pengamanan ketat dan menjadi sumber sensitivitas tinggi antara warga Palestina dan otoritas 'Israel', mengingat status Al-Aqsa sebagai situs suci bagi umat Islam.
Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai bentrokan besar dalam insiden tersebut, namun aparat keamanan tetap disiagakan di seluruh area kompleks untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. Situasi di Yerusalem pun masih dipantau ketat oleh berbagai pihak internasional. (hanoum/arrahmah.id)
