ISTANBUL (Arrahmah.id) -- Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov membantah keras kabar yang menyebut pasukan Chechnya akan dikerahkan untuk membantu Iran dalam menghadapi konflik melawan Amerika Serikat dan 'Israel', di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Kadyrov pada awal April 2026 sebagai respons atas rumor yang beredar luas di media sosial dan sejumlah kanal informasi yang mengklaim adanya mobilisasi pasukan dari Chechnya menuju Iran. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar resmi.
Menurut laporan OC Media (9/6/2026) yang mengutip pernyataan langsung Kadyrov, tidak ada rencana pengiriman unit militer Chechnya ke luar negeri untuk terlibat dalam konflik tersebut.
“Informasi ini tidak benar. Pasukan Chechnya tidak akan dikirim ke Iran atau ke konflik apa pun seperti yang diberitakan,” ujar Kadyrov.
Isu ini mencuat di tengah meningkatnya konflik antara Iran dengan 'Israel' serta keterlibatan Amerika Serikat di kawasan, yang memicu berbagai spekulasi mengenai kemungkinan keterlibatan aktor-aktor lain, termasuk kelompok militer dari wilayah Rusia.
Namun, para analis menilai bahwa klaim mengenai keterlibatan pasukan Chechnya lebih banyak berasal dari rumor yang tidak terverifikasi. Hingga saat ini, tidak ada konfirmasi dari pemerintah Rusia maupun otoritas militer terkait rencana semacam itu.
Kadyrov juga menegaskan bahwa prioritas pasukan Chechnya tetap berada dalam lingkup keamanan domestik dan operasi yang berada di bawah koordinasi pemerintah Rusia.
Dengan bantahan ini, klaim mengenai keterlibatan langsung pasukan Chechnya dalam konflik Iran melawan AS dan 'Israel' dipastikan tidak berdasar, setidaknya berdasarkan pernyataan resmi dari pihak yang bersangkutan. (hanoum/arrahmah.id)
