Memuat...

Abu Ubaidah: 7 Oktober Buktikan Perlawanan Mampu Menembus Pertahanan 'Israel'

Zarah Amala
Kamis, 8 Oktober 2026 / 27 Rabiulakhir 1448 10:36
Abu Ubaidah: 7 Oktober Buktikan Perlawanan Mampu Menembus Pertahanan 'Israel'
Abu Ubaidah, juru bicara militer Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas. (Foto: Cuplikan video)

GAZA (Arrahmah.id) - Juru bicara Brigade al-Qassam, Abu Ubaidah, menyebut operasi Banjir Al-Aqsha pada 7 Oktober 2023 sebagai titik balik dalam konflik Palestina-'Israel' yang berhasil mengguncang doktrin keamanan 'Israel'.

Dalam pesan yang dirilis untuk memperingati tiga tahun operasi tersebut, Abu Ubaidah memuji para pejuang yang terlibat dan menyebut keberhasilan operasi tidak terlepas dari perencanaan, pelaksanaan serta apa yang ia sebut sebagai tipu daya strategis yang cermat.

Ia menyebut operasi tersebut sebagai mukjizat militer dan mengatakan kelompok perlawanan berhasil memanfaatkan berbagai ancaman dan peluang selama proses persiapannya.

“Tidak ada lagi pencegahan, ketegasan, ataupun peringatan,” kata Abu Ubaidah, seraya mengaitkan hal tersebut dengan keberhasilan kelompok perlawanan menghadapi sistem militer dan keamanan 'Israel'.

Menurutnya, operasi tersebut juga memanfaatkan apa yang ia sebut sebagai narsisme, kesombongan, dan sikap meremehkan lawan yang dimiliki Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Abu Ubaidah juga menyampaikan penghormatan kepada warga Gaza dan mengakui bahwa perang telah menimbulkan harga yang sangat mahal.

Ia menyebut warga Gaza sebagai pihak yang membuat kejayaan dan mengubah wajah sejarah serta keseimbangan dunia, sekaligus memberikan penghormatan kepada para pejuang dan mereka yang gugur selama perang.

Menurut Abu Ubaidah, Gaza yang memiliki wilayah geografis relatif kecil dan berada dalam blokade telah memperlihatkan posisi berbagai aktor internasional serta membangkitkan kesadaran masyarakat dunia yang disebutnya sebagai orang-orang merdeka.

Ia mengatakan rakyat Palestina akan mengingat mereka yang memberikan dukungan, terutama mereka yang menumpahkan darah untuk Palestina.

Abu Ubaidah juga menyinggung keterlibatan kelompok-kelompok di Yaman, Lebanon, Irak, dan Iran dalam konflik dengan 'Israel'.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak di kawasan menunjukkan bahwa tekanan terhadap 'Israel' dapat dilakukan dari luar Gaza.

Ia kemudian menyerukan perluasan konfrontasi dan pembukaan front tambahan terhadap 'Israel'.

“Bagaimana jika front barat dibuka terhadapnya?” ujar Abu Ubaidah di akhir pesannya.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika perang di Gaza memasuki tahun keempat dan serangan 'Israel' terhadap wilayah serta penduduk yang mengungsi masih terus berlangsung, menurut laporan Quds News Network. (zarahamala/arrahmah.id)