NEW DELHI (Arrahmah.id) -- Aktris senior Bollywood, Shabana Azmi, mengungkapkan bahwa dirinya mengidentifikasi sebagai seorang Muslim, tetapi tidak menjalankan shalat dan tidak memiliki keterikatan khusus dengan praktik keagamaan.
Pengakuan itu terungkap dalam sebuah wawancara yang dibagikan melalui kanal YouTube IIMUN. Aktris berusia 76 tahun itu menegaskan bahwa agama merupakan urusan pribadi dan negara tidak seharusnya mencampuri keyakinan seseorang.
“Saya Muslim, dan saya menyukai Idul Fitri, bahasa Urdu, makanan, serta semua hal itu. Namun, kami tidak menjalankan salat dan tidak memiliki keterkaitan dengan agama dalam pengertian praktik keagamaan,” kata Shabana, sebagaimana dikutip NDTV (22/10/2026).
Shabana menjelaskan bahwa ayahnya, penyair dan penulis lirik terkenal Kaifi Azmi, merupakan seorang ateis, sedangkan ibunya, aktris Shaukat Azmi, menjalankan ajaran agama secara terbatas.
Menurut Shabana, latar belakang keluarga tersebut turut memengaruhi hubungannya dengan agama sejak kecil. Ia mengaku tidak pernah memiliki ketertarikan khusus untuk mendalami konsep Tuhan maupun menjalankan ritual keagamaan.
Meski tidak menjalankan praktik keagamaan secara rutin, Shabana mengatakan dirinya tetap menyukai berbagai unsur budaya Muslim, termasuk perayaan Idul Fitri, bahasa Urdu, dan kuliner.
Ia juga menjelaskan bahwa ungkapan seperti mashallah dan insyaallah terkadang digunakan dalam percakapan sehari-hari karena sudah menjadi bagian dari kebiasaannya berbahasa, bukan semata-mata sebagai ekspresi praktik keagamaan.
Pandangan Shabana juga berkaitan dengan perbedaan keyakinan di dalam keluarganya. Ia menyebut suaminya, penulis lirik dan penulis skenario Javed Akhtar, sebagai seorang ateis yang teguh. Shabana mengatakan bahwa Javed terkadang mempertanyakan kebiasaannya menggunakan ungkapan bernuansa religius.
“Konsep Tuhan bukan sesuatu yang harus saya hadapi dalam kehidupan saya. Saya merasa agama adalah urusan yang sangat pribadi. Negara tidak seharusnya ikut campur,” ujar Shabana. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan orang lain yang merasa lebih tenang setelah berdoa atau menjalankan ibadah.
Dalam laporan India Today, Shabana juga menyoroti sikap kelompok-kelompok intoleran terhadap orang yang memiliki pandangan berbeda mengenai agama. Menurutnya, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak semestinya selalu dibingkai sebagai pertentangan antara umat Hindu dan Muslim, melainkan sebagai pertentangan antara mereka yang menjunjung keterbukaan dan mereka yang bersikap intoleran.
“Ini bukan pertarungan antara Hindu dan Muslim, melainkan antara kaum liberal dan mereka yang intoleran,” demikian pandangan Shabana yang dikutip media tersebut.
Ia menilai orang-orang yang berpikiran terbuka dari latar belakang agama berbeda dapat berdiri bersama untuk menolak intoleransi. (hanoum/arrahmah.id)
