DOHA (Arrahmah.id) - Investigasi terbaru dari program Ma Khafiya A'zam di Al Jazeera mengungkapkan rekaman eksklusif mengenai operasi pengangkatan bangkai dua pesawat tempur Iran yang ditembak jatuh oleh Angkatan Udara Qatar. Insiden ini menandai salah satu konfrontasi udara langsung paling signifikan selama eskalasi militer baru-baru ini di kawasan Teluk.
Kedua pesawat tempur milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tersebut jatuh setelah melanggar ruang udara Qatar dan terdeteksi menuju ibu kota Doha dengan membawa amunisi ofensif.
Menurut Direktur Pengarahan Moral Kementerian Pertahanan Qatar, Letnan Kolonel Nasser Mohammed Al-Kubaisi, kedua pesawat terbang dengan kecepatan tinggi pada ketinggian rendah untuk menghindari deteksi.
"AU Qatar mengklasifikasikan keduanya sebagai target musuh setelah tidak ada respons terhadap upaya komunikasi internasional. Jet tempur F-15 Qatar kemudian meluncurkan rudal udara-ke-udara (Air-to-Air Missile) dan menjatuhkan keduanya sekitar 40 mil timur laut Doha," jelas Al-Kubaisi.
Rekaman eksklusif menunjukkan tim Keamanan Pesisir dan Perbatasan Qatar melakukan pencarian intensif di perairan ekonomi nasional. Letnan Kolonel Laut Hassan Ahmed Saif Al-Sulaiti menjelaskan bahwa bangkai pesawat ditemukan di jalur maritim arah timur laut, tepat sebelum memasuki wilayah daratan.
Analisis Radar menunjukkan salah satu pesawat hancur berkeping-keping saat terkena rudal, yang membantu tim membagi zona pencarian menjadi tiga wilayah. Ratusan potongan bangkai pesawat telah diangkat, termasuk bagian-bagian yang masih membawa atribut bendera Iran.
Semua serpihan diberi nomor dan diperiksa untuk dirakit kembali guna menganalisis kerusakan dan teknologi yang digunakan.
Operasi pengangkatan menghadapi tantangan besar berupa cuaca buruk, jarak pandang yang rendah di bawah laut akibat arus kuat, serta situasi keamanan yang masih dalam status siaga tinggi pasca-serangan.
Investigasi ini juga mengungkap bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer Iran yang lebih luas yang melibatkan rudal dan drone untuk mencoba mengacaukan sistem pertahanan udara Qatar dan menargetkan fasilitas vital negara. (zarahamala/arrahmah.id)
