BANJARMASIN (Arrahmah.id) – Duka menyelimuti dunia pendidikan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Lisna, seorang guru honorer di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanjung Pagar 3 Banjarmasin, meninggal dunia setelah mengalami sesak napas dan nyeri dada.
Kondisi kesehatannya diduga memburuk akibat paparan kabut asap pekat dari kebakaran hutan yang menyelimuti wilayah tersebut.
Lisna mengembuskan napas terakhir pada Sabtu lalu.
Sebelum meninggal dunia, ia diketahui harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit menuju sekolah dengan melewati kabut asap tebal untuk menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik.
Almarhumah telah mengabdi sebagai guru honorer selama tiga tahun. Ia juga diketahui memiliki riwayat penyakit asma akut yang membuatnya rentan terhadap paparan asap.
Menurut keterangan ibunya, Marhamah, kondisi kabut asap di sepanjang perjalanan menuju sekolah sangat tebal.
Bahkan, asap sudah terlihat sejak dari sekitar rumah almarhumah di Jalan Padat Karya, Sungai Andai, Banjarmasin.
Marhamah mengungkapkan, putrinya kerap mengalami kekambuhan asma, terutama pada pagi hari sebelum berangkat mengajar.
Dalam kondisi tersebut, Lisna biasanya meminta izin untuk tidak masuk sekolah, dan kepala sekolah memberikan izin ketika kondisinya tidak memungkinkan untuk mengajar.
"Bila asmanya kambuh kan subuh tuh minta izin kesekolahan, diizinakan aja oleh bapaknya (kepala sekolah). Kondisi asapnya memang tebal. Sepanjang jalan tebal. Jadi melewati asap tebal-tebal mulai muka rumah ini kan sudah sampai ke sekolahan asap aja yang dilewati itu," ujar Marhamah, dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Kamis (8/10/2026).
Marhamah juga menceritakan bahwa Lisna selalu mengandalkan alat bantu pernapasan berupa nebulizer setiap kali selesai mengajar. Hal tersebut dilakukan untuk membantu meredakan gangguan pernapasan yang dialaminya.
Kepergian Lisna meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan dunia pendidikan. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan risiko kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dapat mengganggu kualitas udara dan memperburuk kondisi kesehatan, khususnya bagi penderita asma. Karena itu, perlindungan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terdampak menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Meski demikian, penyebab pasti kematian Lisna serta hubungan medisnya dengan paparan kabut asap belum dapat dipastikan hanya berdasarkan keterangan keluarga yang tersedia.
(ameera/arrahmah.id)
