GAZA (Arrahmah.id) - Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziad al-Nakhalah menegaskan bahwa rakyat Palestina akan terus bertahan menghadapi apa yang disebutnya sebagai agresi 'Israel'-Amerika dan mempertahankan hak-hak historis mereka.
Pernyataan itu disampaikan al-Nakhalah pada Selasa (5/10/2026) dalam rangka memperingati ulang tahun ke-39 berdirinya Jihad Islam Palestina sekaligus tiga tahun operasi Banjir Al-Aqsha pada 7 Oktober 2023.
Al-Nakhalah menyebut serangan 7 Oktober sebagai respons alami terhadap agresi 'Israel' terhadap rakyat Palestina. Menurut dia, agresi tersebut telah berlangsung selama tiga tahun dan memasuki tahun keempat dengan jumlah korban Palestina yang disebutnya telah melampaui 80.000 orang.
Ia juga mengecam upaya pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza. Menurut al-Nakhalah, upaya tersebut menunjukkan tujuan yang disebutnya sebagai “niat jahat 'Israel' dan sekutunya, terutama Amerika Serikat”.
Al-Nakhalah menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan menyerahkan tanah mereka dan akan terus melakukan perlawanan selama proyek Zionisme masih berlangsung.
Pemimpin PIJ itu mengatakan kelompok-kelompok perlawanan Palestina telah mengajukan berbagai inisiatif dan merespons positif upaya mediator untuk mencapai gencatan senjata.
Namun, menurutnya, 'Israel' tetap melanjutkan serangan dan memperluas operasi militernya hingga ke Tepi Barat.
Ia juga mengeklaim bahwa serangan 'Israel' terus berlangsung meski berbagai inisiatif diplomatik telah diajukan dan para sandera 'Israel' telah dibebaskan dalam sejumlah kesepakatan.
Al-Nakhalah kembali menegaskan komitmen PIJ terhadap perjuangan bersenjata serta kerja sama dengan kelompok-kelompok perlawanan lainnya.
“Persatuan pasukan perlawanan di Palestina dan kawasan akan tetap ada dan kokoh,” katanya.
Al-Nakhalah juga menyinggung keterlibatan kelompok-kelompok sekutu di kawasan dalam konflik dengan 'Israel'. Ia menggambarkan konfrontasi tersebut sebagai pertempuran satu bangsa melawan satu musuh.
Ia menyampaikan penghormatan kepada rakyat Lebanon dan kelompok perlawanan di negara tersebut yang, menurutnya, telah mendukung Gaza dan kehilangan sejumlah pejuangnya dalam pertempuran melawan 'Israel'.
Ia juga memuji rakyat dan pejuang Yaman yang disebutnya tetap bertahan di medan perang dan memberikan dukungan kepada Palestina.
Pernyataan tersebut menegaskan kembali posisi PIJ untuk mempertahankan koordinasi dengan kelompok-kelompok perlawanan Palestina dan sekutunya di kawasan di tengah tekanan militer dan politik yang dihadapi kelompok tersebut.
Al-Nakhalah menutup pernyataannya dengan menyampaikan penghormatan kepada Ali Khamenei, yang disebutnya sebagai simbol perlawanan terhadap kesombongan Zionis dan proyek 'Israel' di kawasan. (zarahamala/arrahmah.id)
